Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 19.55 WIB

Tingginya Kasus Kebakaran di Surabaya: 408 Kejadian, Kerugian Capai Rp 12,1 Miliar

DI-POLICE LINE: Kondisi rumah di Jalan Tambak Asri, Gang Kemuning, yang terbakar kemarin (5/9). Cuaca panas memicu banyaknya kasus kebakaran dalam sepekan terakhir. - Image

DI-POLICE LINE: Kondisi rumah di Jalan Tambak Asri, Gang Kemuning, yang terbakar kemarin (5/9). Cuaca panas memicu banyaknya kasus kebakaran dalam sepekan terakhir.

Cuaca terik sebulan terakhir memicu tingginya angka kejadian kebakaran di Surabaya. Sampai September, total ada 408 peristiwa kebakaran. Selain melalap lahan kosong, api membakar gedung hingga permukiman warga.

---

SURABAYA – Sebanyak 11 unit mobil damkar berupaya memadamkan api yang membakar ruko di kawasan Mulyorejo kemarin (5/9). Proses pemadaman api berjalan cepat. Tak sampai 10 menit si jago merah berhasil ditaklukkan.

Sehari sebelumnya (4/9), api melalap tiga rumah warga di Jalan Tambak Asri, Gang Kemuning, Morokrembangan. Rumah itu milik Hartini, Joko Priyono, dan Tauhid. Diduga, api muncul karena korsleting listrik.

Akses yang sempit membuat mobil damkar tidak bisa mendekati titik lokasi. Setelah berjibaku selama 30 menit, petugas berhasil memadamkan kobaran api dan melanjutkan dengan pembasahan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Hampir setiap hari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya menerima laporan kejadian kebakaran. Sepanjang Agustus, tercatat ada 127 kejadian. Dari jumlah itu, 110 api membakar alang-alang, sampah, dan sejenisnya.

Lalu, 13 kejadian merupakan kebakaran bangunan. Perinciannya, 8 rumah, 2 industri, dan 3 bangunan usaha atau dagang. ”Yang kendaraan ada 4 kejadian, 3 di antaranya melibatkan kendaraan roda empat atau lebih,” ujar Kepala DPKP Surabaya Dedik Irianto.

Menurut Dedik, hingga kemarin tercatat ada 14 kejadian kebakaran. Secara kumulatif memang angkanya terus naik. Namun, apabila dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan yang sama, jumlahnya turun.

Pada 2022 kebakaran mencapai 549 kejadian. Tahun ini, hingga September ada 408 kasus. ”Faktor penyebab kebakaran paling banyak masih berkaitan dengan korsleting listrik. Dari data kami, posisi kedua adalah listrik. Posisi pertama karena api terbuka,” paparnya.

Sebagai langkah antisipasi kebakaran, Dedik mengimbau seluruh pihak waspada akan bahaya kebakaran. Misalnya, saat membakar sampah atau rumput, warga harus melihat lingkungan sekitar. Itu dilakukan agar api tidak merembet ke kawasan sekitar.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Instalasi kabel listrik di rumah dicek berkala. Sebab, cuaca panas bisa mengakibatkan selubung kabel mengelupas. Itu bisa menimbulkan percikan api. ”Hitungan nilai kerugian kebakaran sampai saat ini mencapai Rp 12,1 miliar,” ucap Dedik.

Menurut Dedik, penanganan kejadian kebakaran sudah maksimal. Itu dibuktikan dengan response time atau waktu petugas sampai di TKP kebakaran. Dulu response time DPKP 15 menit. Sekarang maksimal 7 menit. (ian/zam/gal/c7/aph)

Tambah Armada, Siapkan Masterplan Kebakaran

KELENGKAPAN peralatan damkar merupakan komponen utama dalam penanganan insiden kebakaran. Untuk mencukupi kebutuhan itu, pemkot menyediakan anggaran kedaruratan yang mencapai Rp 51,3 miliar. DPKP juga tengah merancang masterplan kebakaran.
 
 
Kepala DPKP Surabaya Dedik Irianto mengatakan, masterplan kebakaran tengah disusun. Dokumen itu memuat kebutuhan dan rencana penanganan kebakaran dan kedaruratan. Dengan begitu, jaminan keamanan bagi warga Surabaya semakin meningkat.
 
”Tahun ini kami juga menambah unit damkar baru. Yakni, mobil heavy foam untuk penanganan kebakaran minyak atau bahan kimia,” paparnya.

Kebutuhan armada baru memang mendesak. Apalagi, Surabaya memiliki kawasan industri kimia dan depo minyak. Anggaran untuk membeli unit baru mencapai Rp 33,5 miliar. ”Oktober armada baru tiba,” ucap Dedik. Langkah lain, DPKP Surabaya menambah alat pemadam api ringan (APAR).

Utamanya di kawasan padat penduduk. Langkah itu dilakukan agar penanganan lebih cepat. ”Kami juga melatih warga ikut membantu memadamkan api pada menit-menit pertama,” tutur Dedik.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, di Surabaya jaminan keamanan selalu menjadi prioritas. ’’Kalau pemerintah sudah menjamin seperti itu, alat lengkap, mau lapor kejadian darurat gampang, bisa menjadi daya tawar Surabaya dibandingkan kota lain. Ini yang kami lakukan, selain warganya senang, yang mau ke Surabaya pun terjamin. Ini sebagai bukti bahwa pemkot hadir,’’ ujarnya. (gal/zam/ian/c7/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore