
Ilustrasi prostitusi. Dok JawaPos
Jawapos.com–Rencana pembelajaran tatap muka tingkat SMA/SMK di Kota Surabaya tampaknya belum menemukan titik temu. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan memperluas cakupan pembelajaran. Cakupan yang dimaksud adalah memperluas ide pembelajaran, bukan memperbolehkan sekolah di zona merah untuk dibuka kembali.
Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Surabaya-Sidoarjo Lutfi Isa Anshori mengungkapkan, saat ini pembelajaran SMA/SMK, khususnya SMK lebih ditekankan pada pemahaman teori. ”Jadi perubahan program pembelajaran direvisi untuk mengutamakan pembelajaran teori. Untuk praktiknya akan dilakukan pada bulan-bulan akhir semester,” tutur Lutfi Isa Anshori.
Lutfi mengatakan, menerima banyak keluhan dan curahan hati pelajar. Dinas Pendidikan Provinsi juga mendengarkan keluhan. Selama ini, Dispendik belum ada pendampingan ke keluarga dan orang tua untuk mendampingi pembelajaran siswa. Sebab, Dispendik masih fokus untuk memaksimalkan sistem pembelajaran daring.
”Karena tentu berbeda antara pembelajaran secara daring serta tatap muka. Selain itu, menyiapkan dan memikirkan pembelajaran tatap muka meski belum tahu kapan diberlakukan,” terang Lutfi Isa Anshori.
Soal program bagi-bagi kuota, Lutfi menjelaskan, pendataan sedang diberlakukan.
Sementara itu, Humas SMKN 12 Surabaya Mardi mengatakan, cukup kesulitan dengan sistem pembelajaran daring. Hal itu karena beberapa alasan. ”Nggak semua anak punya HP. Kalaupun ada, jaringan akan lemot. Selain itu, tidak semua orang tua mendampingi anaknya belajar karena harus bekerja,” tutur Mardi.
Sehingga menurut Mardi, selama pembelajaran daring, hanya teori yang diberikan untuk dipelajari dan dipahami sebelum praktik diberlakukan. ”Praktik hanya akan dilakukan ketika berhubungan dengan barang yang dimiliki. Misalnya, komputer. Tapi bila praktik dengan peralatan lain harus ditunda terlebih dahulu,” terangnya.
Mardi menambahkan, untuk siswa SMK pembelajaran tatap muka benar-benar dibutuhkan. Hal itu untuk menunjang kemampuan siswa menguasai praktik dengan peralatan. ”Karena peralatan tidak dimiliki siswa. Sementara pembelajaran teori bisa dilakukan secara daring,” ujar Mardi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=xRCg3SdfeXc

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
