
IMBAS EKONOMI: Jalan Rungkut Menanggal masih tertutup untuk seluruh kendaraan hingga Kamis (9/7). (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Akses keluar masuk Surabaya di sisi timur melalui Jalan Rungkut Menanggal hingga kini belum dibuka. Penutupan jalan itu dilakukan untuk memusatkan pengawasan pintu masuk ke Surabaya hanya melalui middle east ring road (MERR) Gunung Anyar. Hal itu berbuah konsekuensi yang tidak baik bagi pedagang dan pemilik usaha di jalur tersebut.
Pedagang dan pemilik usaha di kawasan itu mengeluhkan omzet mereka yang turun. Saat ini, mereka berharap jalur itu segera dibuka.
Jalan Rungkut Menanggal yang menghubungkan Surabaya–Sidoarjo ditutup sejak 4 Juni lalu. Namun, hingga kini jalur tersebut belum juga dibuka. Banyak tempat usaha yang terdampak karena lalu-lalang kendaraan bermotor di kawasan itu makin sepi.
Kawasan tersebut menjadi jalur alternatif untuk masuk ke Surabaya. Juga lebih dekat dengan kawasan industri SIER di Rungkut. Penutupan itu membuat pengendara roda dua atau lebih harus menambah jarak tempuh.
Meski sudah lebih dari sebulan, masih saja ada warga yang nekat melintas di sana. Padahal, sudah banyak petunjuk jalan yang dipasang. Menerangkan jalan itu ditutup sementara waktu. Mereka pun harus putar arah dan melewati jalan alternatif.
Tidak hanya itu, penutupan jalan juga berdampak pada usaha-usaha yang ada di sana. Sebab, di kawasan Jalan Rungkut Menanggal juga banyak usaha yang berdiri. Mulai pertokoan hingga warung makan.
Masruhah, salah seorang pemilik tempat makan, merasakan penutupan jalan berdampak pada usahanya yang kian sepi. Meski buka seperti biasa, omzetnya tidak bisa kembali seperti saat jalan itu dibuka. ’’Biasanya orang berangkat kerja bungkus dan makan di sini, tapi sekarang sepi,” katanya.
Hal yang sama dirasakan pemilik usaha lain seperti bengkel hingga minimarket. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat banyak. ’’Karena kondisinya masih pandemi ya kami ikuti aja, mau bagaimana lagi,” ujar pemilik usaha lain Agus Nugroho.
Ketua LPMK Kelurahan Rungkut Menanggal Mas’udi mengatakan, jika kondisi sudah dirasa aman, pihaknya berharap jalan itu bisa dibuka lagi. ’’Intinya dari kami kalau memang sudah waktunya dibuka ya bisa dibuka saja. Sesuai dengan kajian Pemkot Surabaya bagaimana,” ujarnya.
Jika penutupan jalan masih dirasa perlu, pihaknya pun tetap mendukung. Menurut Mas’udi, penutupan jalan itu memang awalnya dimaksudkan untuk mengurangi dampak persebaran Covid-19. Karena itu, dia dan perangkat warga lain mendukung apa pun keputusan pemkot. Meski, ada juga yang tidak sepakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad menyebut penutupan jalan tersebut memang hasil keputusan bersama. Pembukaan pun menunggu arahan dari Gugus Tugas Covid-19 Surabaya. ’’Gugus Tugas Covid-19 Surabaya nanti yang menentukan apakah sudah menjadi zona hijau atau belum,” jelasnya.
Yang pasti, hingga sekarang pihaknya belum menerima rekomendasi itu. Jika tren kasus Covid-19 di kawasan tersebut sudah terkendali, rekomendasi pasti akan turun. ’’Sampai saat ini belum ada rekomendasi,” tegasnya.
Meski jalan ditutup, di perbatasan itu masih disiagakan petugas yang berjaga. Posko pantau pintu masuk dijaga petugas gabungan dari satpol PP dan BPB linmas. Ada juga pos khusus milik Polrestabes Surabaya.
Di pos pantau pintu masuk Surabaya MERR Gunung Anyar juga demikian. Petugas masih menyemprot kendaraan yang melintas dengan disinfektan. Begitu juga penindakan pengendara yang tidak mengenakan masker. Namun, tidak seperti sebelumnya, kendaraan dengan pelat nomor luar Surabaya tidak diperiksa secara khusus.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=RdXVJOUGoD4
https://www.youtube.com/watch?v=sWI3SvfFOz8
https://www.youtube.com/watch?v=hICI2WdzC8c

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
