Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Agustus 2023 | 04.24 WIB

Terjadi 244 Kali Kebakaran di Lahan Terbuka, DPKP Surabaya Masifkan Giat Patroli

Ilustrasi petugas DPKP Surabaya berupaya memadamkan kebakaran. - Image

Ilustrasi petugas DPKP Surabaya berupaya memadamkan kebakaran.

JawaPos.com–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya memasifkan giat patroli di lahan-lahan terbuka. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi kebakaran.

Langkah itu sekaligus dilakukan untuk mencegah dampak fenomena La Nina atau cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, sebagaimana peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala DPKP Kota Surabaya Dedik Irianto telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan patroli di lahan-lahan terbuka. Terutama, patroli di lahan yang diindikasi sering terjadi kebakaran.

”Teman-teman di pos, mereka melakukan patroli di lahan-lahan terbuka yang sering terjadi kebakaran,” kata Dedik Irianto, Sabtu (19/8).

Upaya pencegahan lain, lanjut dia, juga dilakukan DPKP dengan memberikan sosialisasi kepada warga. Warga diimbau tidak sembarangan membakar sampah di lahan terbuka.

”Jadi ada larangan itu, bukan hanya panas tetapi anginnya kencang, dikhawatirkan kalau membakar di lahan terbuka, bisa merambat ke objek lain di sekitarnya,” ujar Dedik.

Dedik berharap, warga dapat membuang sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Sampah itu diambil petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

”Membakar lahan terbuka pun menurut undang-undang tidak dibenarkan, kalau bakar sampah di ruang terbuka tanpa menggunakan teknis tertentu,” tutur Dedik.

Data DPKP Kota Surabaya mencatat sejak Januari hingga 13 Agustus telah terjadi 244 peristiwa kebakaran kategori non-bangunan atau di lahan terbuka. Dengan rincian, kebakaran alang-alang 106 kali, sampah 65 kali, dan lain-lain 73 kali.

Selain mencegah kebakaran di lahan terbuka, DPKP Surabaya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan saat memasak. Sebab, berdasar catatan, beberapa kali terjadi kebakaran di Surabaya saat memasak.

”Ada beberapa kejadian masak dan kelupaan sehingga terjadi kebakaran, kalau masak ditunggu,” ungkap Dedik.

”Kemudian kalau ada barang elektronik itu dimatikan. Kabelnya dicabut jangan cuma ditekan tombolnya saja, kalau sudah tidak digunakan,” sambung dia.

Dedik menyatakan, pihaknya juga getol melakukan sosialisasi dan pelatihan pencegahan kebakaran di perkampungan. Warga diberikan pengetahuan tentang penyebab kebakaran dan cara pencegahannya. Warga diimbau agar tidak panik ketika terjadi kebakaran.

”Lakukan penanganan awal dan menghubungi Command Center 112. Respons time kami tujuh menit, padahal krusialnya fase api di empat menit,” papar Dedik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore