Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Agustus 2023 | 04.46 WIB

Distribusi Seragam SMPN di Surabaya Beres, Sekolah Swasta Baru Pesan

Ilustrasi siswa SMP. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Ilustrasi siswa SMP. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com - Siswa tidak mampu Surabaya yang sekolah di SMP swasta harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan seragam gratis. Itu disebabkan sekolah swasta baru memesan pakaian sekolah dua hari terakhir. Keterlambatan pemesanan tersebut dipicu keterlambatan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya dalam mencairkan dana bantuan operasional pendidikan daerah (bopda).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Tjipto Wardojo mengatakan, seluruh siswa miskin SMPN sudah menerima seragam gratis. Siswa ramai-ramai mengenakan seragam barunya untuk upacara 17 Agustus. ”Alhamdulillah, bantuan seragam sudah tersalurkan,” kata Tjipto.

Dia memastikan seluruh siswa tidak mampu di 63 SMP negeri sudah menerima bantuan perlengkapan sekolah. Distribusi mulai gencar sejak pekan lalu. Di SMPN 12, sekolah yang dipimpin Tjipto, dari 320 siswa baru, total ada 58 anak yang berhak menerima bantuan seragam. ”Sekarang saya kira semua siswa sudah terima,” tuturnya.

Lain halnya dengan SMP swasta. Hingga saat ini pengadaan seragam di 262 SMP swasta belum tuntas. Bahkan, sekolah baru saja melakukan pemesanan. Dibutuhkan waktu untuk menuntaskan pembuatan seragam itu. ”Baru pesan satu dua hari belakangan ini,” kata Ketua MKKS SMP Swasta Erwin Darmogo.

Menurut Erwin pemesanan seragam siswa miskin terkendala bopda. Nah, bopda yang dipakai untuk membeli seragam baru saja cair dari Dispendik Surabaya. Setelah bopda cair pekan ini, sekolah langsung memesan lewat UMKM di aplikasi SIPLah.

”Kalau barangnya ada tapi uangnya nggak ada kan nggak mungkin kami pesan. Sekolah berani pesan setelah ada uangnya,’’ papar Erwin.

Pihaknya berharap pengadaan seragam bisa segera tuntas. Erwin menargetkan akhir Agustus ini sudah dibagikan kepada semua siswa. Sebab, masih banyak siswa yang mengenakan seragam lama dari sekolah asalnya. ”Sekarang uang sudah cair. Tinggal bagaimana kesiapan penyedia seragam. Kami harap bisa akhir Agustus,” ucapnya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan, pihaknya akan memanggil Dispendik Surabaya pekan depan. Tujuannya, menjelaskan progres pengadaan seragam. ”Kami ingin tahu sampai mana progres pengadaan seragam,” kata Khusnul.

Berdasar data dispendik, jumlah penerima seragam siswa gamis sebanyak 11 ribu anak. Perinciannya, 4 ribu jenjang SD dan 7 ribu siswa SMP negeri serta swasta. Selain seragam, mereka juga berhak mendapatkan perlengkapan sekolah lainnya. Yakni, berupa sepatu, tas, dan kaus kaki.

Terpisah, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh optimistis pengadaan seragam segera tuntas. Pihaknya aktif melakukan koordinasi dengan UMKM yang memproduksi seragam siswa. ”Sebetulnya, saya target pekan depan (pengadaan seragam selesai, Red). Tapi, maksimal sampai akhir bulan ini (Agustus, Red) lah,” jelas Yusuf. (mar/c6/aph)

DIPICU KETERLAMBATAN PENCAIRAN BOPDA

- Pemkot memberikan bantuan seragam gratis untuk siswa miskin.

- Total siswa yang mendapatkan seragam gratis mencapai 11 ribu pelajar.

- Perinciannya, 4 ribu jenjang SD dan 7 ribu jenjang SMP, baik negeri maupun swasta.

- Distribusi seragam di SMPN tuntas, tapi di SMP swasta belum beres.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore