Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2020 | 00.48 WIB

Sampah Saluran Jadi Masalah Utama, Tiga Kasur Nyangkut di Rumah Pompa

LANCARKAN AIR: PETUGAS DPUBMP Surabaya mengeruk saluran pemisah FR dan jalur utama Jalan Ahmad Yani, Sabtu (1/2). (Hariyanto Teng/Jawa Pos) - Image

LANCARKAN AIR: PETUGAS DPUBMP Surabaya mengeruk saluran pemisah FR dan jalur utama Jalan Ahmad Yani, Sabtu (1/2). (Hariyanto Teng/Jawa Pos)

JawaPos.com – Ketangguhan petugas rumah pompa, satgas pematusan, serta tenaga dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) benar-benar diuji awal bulan ini. Hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan datang sampai Maret nanti mendorong segala macam sampah ke saluran kota Operator Rumah Pompa Greges Darmuji menyebutkan, debit air yang masuk mencapai 210 sentimeter. Derasnya air yang masuk ke rumah pompa juga membawa sedimen dan sampah dari kawasan hulu.

’’Sudah ada tiga kasur yang kami angkut,’’ katanya.

Kasur memang menjadi salah satu jenis sampah yang paling menjengkelkan para petugas. Masih ada sejumlah warga yang sengaja membuang kasur ke sungai. Terutama kasur bekas kerabat yang telah meninggal. Tak jarang, petugas juga mendapati dipan kayu yang terbawa sampai ke pintu sungai.

Enam mesin pompa pun dikerahkan. Namun, sampah-sampah itu harus diangkut agar mechanical screen penghalau sampah tidak jebol. Misalnya, yang terjadi di Rumah Pompa Darmokali pada Jumat (31/1).

Jika sampah sampai masuk ke baling-baling pompa, mesin otomatis akan berhenti. Atau, jika sampah menumpuk di penyaring, air yang masuk ke pompa bisa berkurang. Saat kekurangan air, pompa juga bisa mengalami overheating.

Masalahnya, tidak semua sampah itu bisa diangkut alat berat. Petugas harus membersihkan sampah-sampah secara manual dengan memakai galah yang bagian ujungnya diberi pengait.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Arif Rusman menyatakan, volume sampah meningkat sangat pesat saat hujan tiga hari terakhir. Bukan hanya di pintu air, sampah-sampah itu juga bisa sangat mengganggu kelancaran drainase. Terutama di bagian persimpangan saluran. Saking banyaknya petugas, Arif sampai tidak sempat mendata sudah berapa banyak sampah yang diangkut. ’’Biasanya memang dicatat. Tapi, ini belum sempat. Kami fokus kerja cepat,’’ jelasnya.

Rata-rata sampah yang tertumpuk di saluran berupa ranting pohon, sampah plastik, dan popok. Namun, petugas juga menemukan spring bed yang biasa didapati di rumah pompa.

Sementara itu, petugas dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP) juga mengerahkan alat berat ke 72 boezem milik pemkot. Salah satu yang diprioritaskan adalah boezem di bundaran Pakuwon Trade Center (PTC). Petugas melebarkan tepian boezem saluran hingga 10–15 meter.

Dari pantauan kemarin, pelebaran itu dilakukan di sisi utara boezem yang sebelumnya hanya berupa urukan tanah kosong. Teknik pelebarannya menggunakan sistem anak tangga. Dasar boezem yang paling dekat dari tepian dikeruk sedalam 130 sentimeter. Bagian tengah boezem dikeruk hingga kedalaman 6 meter. Keberadaan boezem itu terbilang sangat membantu jalur utama di Surabaya Barat tersebut.

Pengerjaan tambahan ukuran boezem itu hampir rampung dan tinggal mengangkat tanggul pembatas antara ruang boezem yang lama dan yang baru digali tersebut.

Di sisi lain, Kabid Pembinaan dan Operasional Dinas PMK Surabaya Bambang Vistadi menyiagakan mobil-mobil pemadam kebakaran untuk membantu percepatan penanganan genangan. Truk-truk tersebut sempat diturunkan di kawasan Jalan Mayjen Sungkono karena ketinggian genangan tidak kunjung surut. ’’Kami siagakan di Vida Swalayan sama Soto Wawan,’’ ujar dia.

Truk-truk PMK di seluruh rayon juga disiagakan untuk berjaga-jaga jika ada kawasan yang membutuhkan pompa portabel. Bambang menerangkan bahwa pemkot berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi curah hujan yang begitu tinggi. ’’PMK pun tidak boleh tinggal diam,’’ jelasnya

---

Ayo Sama - Sama Lawan Genangan

Yang Dilakukan Pemkot

- Memastikan 204 mesin pompa di 59 rumah pompa berfungsi

- Menyediakan solar untuk 101 genset jika sewaktu-waktu listrik mati

- Mengeruk sampah di titik-titik yang tersumbat

- Memperlebar dan mengeruk 72 boezem untuk menambah daya tampung air

- Menyiagakan truk pemadam kebakaran untuk mempercepat pemompaan

Yang Bisa Dilakukan Warga

- Membangun tandon air hujan

- Tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air

- Kerja bakti membersihkan saluran

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore