
Pekerja konstruksi mengerjakan proyek rumah pompa di Surabaya. Pemkot Surabaya akan bangun 5 rumah pompa baru tahun ini untuk mengatasi banjir. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Banjir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Tercatat masih ada 138 titik yang menjadi langganan banjir saat hujan tiba, dan belum teratasi oleh rumah pompa yang ada.
Meski begitu, Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Tahun ini, pemerintah kota bakal membangun lima rumah pompa baru sebagai upaya memperkuat infrastruktur pengendalian banjir.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan bahwa lima rumah pompa baru untuk mengatasi banjir ini rencananya dibangun di beberapa kawasan strategis.
"Jadi di (dekat) Gereja Bethany, kawasan Semolo dan Nginden, itu kita bikin rumah pompa. Jadi ada lima lagi (rumah pompa). Bulan ini dan bulan depan kita lelang," ucap Hidayat, Selasa (3/2).
Pembangunan rumah pompa juga dilakukan di kawasan Teluk Kumai, tepatnya di Teluk Betung. Dengan tambahan lima unit baru, total rumah pompa di Surabaya bertambah dari 85 unit menjadi 90 unit.
Hidayat menyebut penambahan rumah pompa ini penting untuk memperkuat pengendalian banjir di Surabaya. Selain itu, pemkot juga mengoptimalkan normalisasi saluran agar aliran air tetap lancar.
"Nah, ini kami lakukan sekarang. Jadi kami lakukan (normalisasi) dengan pakai alat (berat), terus dengan tenaga-tenaga Satgas. Contohnya normalisasi di kawasan Simo Kalangan, yang sedimentasinya cukup tinggi," imbuhnya.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menyebut pemetaan titik banjir telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 220 titik genangan pada 2021, kini berhasil ditekan menjadi 138 titik.
"Yang namanya genangan, itu ada tiga parameter yang bisa kita kendalikan, yakni terkait dengan tinggi genangannya, lama genangannya, sama luas genangannya," ungkap Adi.
Terkait titik banjir yang genangannya memerlukan waktu lama untuk surut, seperti di kawasan Margomulyo, Adi menyebut jika wilayah tersebut memiliki karakteristik khusus karena berada di cekungan.
Karena itu, meski telah dilengkapi dengan Rumah Pompa Dongfeng, kapasitas dan konektivitas saluran di kawasan Margo Mulyo masih perlu ditingkatkan, sehingga genangan banjir bisa diminimalisir.
"Memang nanti kapasitasnya kita juga akan lakukan (perbesar), selain pemeliharaan. Tahun ini yang kita usahakan adalah sarana prasarana, sembari melakukan edukasi masalah sampah ke masyarakat," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
