
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak akan memperpanjang lagi tenggat proyek rumah pompa. Kontraktor yang molor akan dikenakan denda hingga proyek rampung. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah cuaca ekstrem yang melanda, proyek pembuatan saluran dan rumah pompa di Kota Surabaya justru molor dari target. Pemerintah Kota (Pemkot) pun menjatuhkan denda kepada kontraktor pelaksana.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan mulanya, proyek rumah pompa ditargetkan rampung akhir November 2025, namun target itu tidak tercapai, pemerintah pun memperpanjang target 10 - 15 Desember 2025.
"Jadi tidak boleh melebihi target, 25 Desember 2025 sudah batas maksimal dan tidak boleh lagi ada perpanjangan. Kalau melebihi target ya denda sampai dia selesai 100 persen," tutur Eri di Balai Kota, Sabtu (13/12).
Pemkot Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus berupaya untuk mempercepat penyelesaian poyek rumah pompa dan saluran untuk mencegah bencana banjir di sejumlah titik rawan.
Eri menyebut saat ini, progres proyek rumah pompa dan saluran sudah mencapai 90 persen. Meskipun sempat mengalami keterlambatan, proyek tersebut mulai menunjukkan kemajuan signifikan.
“Alhamdulillah sudah sekitar 90 persen. Jadi ada yang memang (sempat) terlambat, seperti di Prapen, Gayungsari. (Kontraktor) yang terlambat wajib bayar denda per harinya sampai proyek selesai," tegasnya.
Denda dikenakan kepada kontraktor yang melampaui tenggat waktu. Kebijakan ini diharapkan mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan agar perbaikan saluran dan rumah pompa segera bisa dioperasikan.
“Kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, tidak akan diberikan perpanjangan. Mereka wajib membayar denda sebesar satu per seribu dari nilai proyek per hari hingga proyek 100 persen selesai,” tukas Eri.
Adapun sejumlah proyek rumah pompa yang dilaporkan mengalami keterlambatan, diantaranya, rumah pompa Prapen, rumah pompa Gayungan, dan rumah pompa Jalan Ahmad Yani.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
