
BAKAL DILEPASKAN: Petugas BBKSDA memperlihatkan cucak hijau sebelum diterbangkan ke Kalimantan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sebanyak 178 burung cucak hijau dan cucak jenggot diterbangkan ke Samarinda melalui Terminal Kargo Bandara Juanda kemarin pagi. Ratusan burung itu akan dilepaskan di Taman Nasional Kutai di Bontang. Sebelumnya, penyelundupan satwa yang dilindungi tersebut ke Surabaya digagalkan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Sebelum dilepaskan ke habitat aslinya, dua jenis burung tersebut akan diuji genetik dahulu. Tujuannya, mengetahui lokasi aslinya di mana. Sebab, berdasar keterangan tersangka, ratusan burung itu dibawa dari Kalimantan Utara. Namun, dari data di lapangan, dua burung tersebut berasal dari Taman Nasional (TN) Kutai Kalimantan Timur (Kaltim).
Kabid Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah II RM Wiwied Widodo mengatakan, Ditpolairud Polda Jatim mengamankan total 207 burung. Namun, saat diamankan, ada beberapa ekor yang mati. Sisanya menjadi barang bukti. ”Jadi, 178 burung kami kembalikan ke tempat asalnya,” ucapnya.
Pelepasannya pun tak mudah. Selain harus menjalani uji genetik, ratusan burung itu harus melewati habituasi dahulu.
Upaya tersebut dimaksudkan agar burung tidak stres. Jadi, kata Wiwied, setelah sampai di sana, akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak karantina hewan. Tujuannya tak lain supaya pelepasannya berhasil. Apalagi, perjalanan dari Surabaya ke Taman Nasional Kutai membutuhkan waktu hampir empat jam.
Penyelundupan tersebut bisa mengurangi populasi cucak hijau di alam. Selain itu, bisa merusak ekosistem. Sebab, mereka menangkap burung-burung itu dengan cara membakar hutan. Wiwied menuturkan, hutan sering kali dibakar dahulu. Setelah kawasan dipenuhi asap, jaring besar akan dipasang di sekitarnya.
Karena polusi tinggi, burung tersebut terbang semburat. Kemudian, terjebak di dalam jaring. Jadi, dampak penyelundupan itu cukup banyak. Salah satunya kerusakan hutan. Karena itu, ada dua taksiran kerugian negara. Yakni, secara ekonomi dan ekologi.
Dari segi ekonomi, lanjut dia, kerugian mencapai Rp 103 juta. Secara ekologi, kerugian mencapai Rp 960 juta. Masalah penyelundupan satwa sekarang memang cukup serius. Sepanjang 2019, setidaknya ada 8 kasus dengan 523 ekor hewan. Dari kasus itu, polisi menetapkan 13 tersangka. ”Total kerugiannya sekitar Rp 8,2 miliar,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Tindak Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim Kompol Wahyu Hidayat menuturkan, kasus tersebut terungkap karena laporan masyarakat. Sebab, modus yang dipakai sekarang berbeda dari sebelumnya. Jika dulu menggunakan kapal penumpang, kini burung-burung itu dititipkan ke kapal muatan barang. ”Total ada lima awak kapal yang kami tangkap,” jelasnya.
Para tersangka ditangkap saat hendak menuju dermaga. Mereka, lanjut Wahyu, dijanjikan upah yang lumayan. Yakni, satu burung Rp 50 ribu–Rp 100 ribu. Mereka juga dibayar pihak penerima. Dengan demikian, semua awal kapal mendapat imbalan dobel. Baik dari pengirim maupun penerima.
Ratusan burung itu akan dijual ke beberapa pasar burung di Jawa. Termasuk Jakarta. Pihaknya sudah mengantongi nama pengirim. Pengusutan kasus penyelundupan burung tersebut akan terus dikembangkan. Termasuk mencari otak di balik kasus itu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
