Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2023 | 19.36 WIB

Kunjungi Sederet Museum Gratis Di Surabaya

Museum H.O.S Tjokroaminoto (Foto : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya).

JawaPos.com - Sebagai generasi penerus bangsa, berkunjung ke museum merupakan salah satu upaya melestarikan sejarah Indonesia dan juga mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan tanah air.
 
Hal tersebut selaras dengan kutipan semboyan fenomenal dari Bung Karno dalam pidato terakhirnya di HUT RI 17 Agustus 1966, 'Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah' atau sering disingkat dengan 'Jas Merah'.
 
Berikut adalah deretan museum di Surabaya yang wajib dikunjungi arek-arek Suroboyo. Tenang, tidak perlu khawatir merogoh kocek berlebih. Karena museum-museum yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis:
 
 
1. Museum Dr Soetomo
 
Museum ini secara khusus menampilkan riwayat hidup Dr Soetomo, seorang tokoh pergerakan sekaligus salah satu pendiri organisasi Boedi Oetomo. Berada di kompleks Pendopo Gedung Nasional Indonesia (GNI), tepatnya di Jalan Bubutan No.85-87, Surabaya, Jawa Timur, museum ini memiliki 328 koleksi yang berupa alat-alat kesehatan dan juga foto-foto. Selain itu, di sana juga terdapat makam Dr. Soetomo.
 
 
2. Museum Pendidikan
 
Berlokasi di Jalan Genteng Kali No 10 Surabaya, museum yang merupakan EX Sekolah Taman siswa ini merupakan museum tematik yang didirikan sebagai langkah pelestarian sejarah dan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendukung kegiatan edukasi, riset dan rekreasi di Kota Surabaya. Dalam museum ini tersimpan bukti materiil Pendidikan pada masa Pra-Aksara, Masa Klasik, Masa Kolonial dan Masa Kemerdekaan.
 
 
3. Museum Surabaya Gedung Siola
 
Museum ini merupakan museum milik pemerintah yang menyediakan informasi mengenai kesejarahan Kota Surabaya dan menempati Gedung Siola dimana merupakan kawasan yang terdapat beberapa cagar budaya di sekelilingnya. Gedung ini awalnya dibangun sebagai Toserba pada 1877.
 
Museum Surabaya Siola konon memiliki lebih dari 1.000 koleksi. Hampir semuanya memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Kota Pahlawan. Namun, kalau ingin ke sini harus bersabar. Sebab, saat ini museum tersebut masih tutup karena sedang direnovasi.
 
 
4. Museum H.O.S Tjokroaminoto
 
Rumah kediaman H. O. S. Tjokroaminoto diresmikan pada 27 November 2017 menjadi museum yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya sekaligus sebagai destinasi wisata sejarah oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Lokasinya ada di Jalan Peneleh Gang VII Surabaya.
 
Rumah tersebut tidak hanya digunakan oleh Pahlawan Nasional H. O. S. Tjokroaminoto beserta keluarga sebagai tempat tinggal saja, namun juga sebagai tempat dimana tokoh-tokoh pergerakan dari berbagai latar belakang ideologi seperti Semaoen, Alimin, Darsono, serta Tan Malaka bertemu dan berdialog.
 
Museum ini dilaporkan memiliki 143 koleksi terkait dengan rumah tinggal H.O.S Tjokroaminoto.
 
 
5. Museum W.R Soepratman
 
Museum ini berlokasi di Jalan Mangga No.21, Gedang Sewu, Surabaya Kelurahan Tambaksari Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Bangunan museum ini sebenarnya adalah rumah milik kakak pertama WR. Soepratman, yang bernama Roekiyem Soepratijah.
 
Dalam rumah ini hanya terdapat dua kamar tidur di sisi kanan dan ruang tamu di sisi kiri. WR. Soepratman tinggal di rumah tersebut pada tahun 1937, hingga akhirnya meninggal dunia pada 17 Agustus 1938. 
 
 
6. Museum Olahraga
 
Museum ini didirikan untuk menggambarkan dinamika sejarah dan budaya bangsa Indonesia terkait cerita sejarah olahraga serta benda-benda atau bukti materiil peninggalan para Pejuang dan Pahlawan Olahraga Surabaya. Dalam museum tersebut tersimpan koleksi-koleksi Atlet Surabaya.
 
Ratusan koleksi tersebut dibagi menjadi tiga kategori yaitu koleksi historika (koleksi yang diperoleh dari hasil temuan, hasil escavasi atau bukti materil bersejarah), koleksi heraldika (tanda penghargaan atau jasa, kepangkatan, lambang atau logo), dan koleksi teknologika terkait benda dengan unsur teknologi.
 
 
7. Rumah Kelahiran Bung Karno
 
Sebuah bangunan yang berada di Jalan Pandean Gang 4 ini menjadi saksi kelahiran presiden pertama Republik Indonesia yakni Soekarno pada 6 Juni 1901. Awalnya ia diberi nama Koesno kemudian berganti menjadi Soekarno.
 
Di Rumah Kelahiran Bung Karno ini terdapat koleksi perjalanan keluarga Bapak R. Soekeni dan Ibu Nyoman Rai Srimben selaku orang tua dari Bung Karno. Koleksi perjalanan rumah kelahiran Bung Karno ini turut dipamerkan dalam bentuk video mapping serta teknologi Augmented Reality yang memberikan pengalaman baru bagi para pengujung Rumah Kelahiran Bung Karno.
 
Museum-museum diatas dibuka pada hari Selasa hingga minggu dan disarankan untuk membeli tiketnya secara online di tiketwisata.surabaya.go.id agar dapat melihat ketersediaan jam berdasarkan jumlah kuota pengunjung setiap harinya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore