Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 23.37 WIB

Peserta Surabaya Cross Culture Kunjungi Destinasi Wisata Heritage

Peserta Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023 kunjungi destinasi wisata heritage. - Image

Peserta Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023 kunjungi destinasi wisata heritage.

JawaPos.com–Pemkot Surabaya mengajak para peserta Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023 mengunjungi destinasi wisata heritage di Kota Pahlawan. Visit tour bagi para peserta SCCIFAF 2023 adalah mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, Museum Sepuluh Nopember, Museum Bank Indonesia, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Kepanjen, dan Surabaya Kriya Gallery (SKG). 

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, kegiatan visit tour untuk mengenalkan beragam destinasi wisata heritage di Kota Pahlawan. 

”Terutama wisata heritage bangunan-bangun bersejarah. Visit tour akan digelar lagi pada Rabu (19/7) ke Kenjeran,” kata Wiwiek. 

Setelah berkeliling di berbagai bangunan bersejarah di Kota Pahlawan, para peserta SCCIFAF 2023 atau yang dikenal sebagai peserta Surabaya Cross Culture, juga diajak berkunjung ke pusat oleh-oleh milik Pemkot Surabaya yakni SKG Siola yang menyediakan segudang produk UMKM khas Kota Surabaya.

Shopping (belanja) ramai, mereka berbelanja aneka produk UMKM. Hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan produk UMKM Surabaya,” ujar Wiwiek.

Wiwiek menjelaskan, selain melakukan pertukaran budaya, para peserta Surabaya Cross Culture 2023 juga bisa mengenal beragam destinasi wisata di Kota Pahlawan.

”Diharapkan ketika mereka kembali bisa membawa kesan yang utuh tentang Kota Surabaya,” papar Wiwiek.

Wiwiek berharap, ketika mereka berkunjung kembali ke Kota Pahlawan, mereka bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kota Surabaya.

”Bukan cuma budayanya yang menarik tetapi destinasi wisata yang bisa dikunjungi suatu ketika jika mereka datang lagi ke sini,” kata Wiwiek.

Wiwiek menambahkan, untuk jadwal perhelatan SCCIFAF pada 18 Juli, Pemkot Surabaya menggelar workshop seni bagi masyarakat. Kegiatan dimulai pukul 09.00-14.00 WIB di Gedung Barat Balai Budaya dan di Gedung Balai Budaya, Kompleks Alun-Alun Surabaya. 

”Workshop seni untuk memperkenalkan seni tari, alat musik, hingga pakaian daerah, kepada masyarakat,” terang Wiwiek.

Selanjutnya, pada pukul 18.30-22.00 WIB, masyarakat juga bisa menyaksikan art performance dari para peserta Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival di Sentra Kuliner G-Walk Citra Raya Surabaya.

”Pada 19 Juli, seluruh peserta Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival 2023 akan mengikuti visit tour mulai  pukul 08.00-11.00 WIB mengunjungi Mangrove Gunung Anyar dan Taman Suroboyo,” imbuh Wiwiek.

Setelah itu, para peserta lintas budaya akan diajak untuk menikmati suasana Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Surabaya. Seusai visit tour, para peserta Surabaya Cross Culture akan dibagi menjadi dua grup untuk menyuguhkan art performance di Ciputra World dan Royal Plaza Surabaya.

”Untuk penutupan Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival  pada 20 Juli, dengan Culture Night di Halaman Balai Kota Surabaya pada pukul 19.00 WIB,” ucap Wiwiek. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore