
Sejumlah warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, diduga mengalami keracunan menjalani perawatan di Puskesmas Tanah Kalikedinding, Sabtu (1/7).
JawaPos.com–Puluhan warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan hasil olahan dari daging kurban. Sehingga mereka harus mendapatkan perawatan medis.
Kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding Era Kartikawati mengatakan, terdapat 71 warga yang harus menjalani perawatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Surabaya. Sebanyak 26 orang di antaranya dilakukan rawat inap.
”Yang dirawat di Puskesmas 14 orang dan 12 orang lainnya dirujuk ke rumah sakit. Ada yang dibawa Rumah Sakit Soewandhie, Rumah Sakit Unair, Puskesmas Bulak Banteng, dan Puskesmas Sidotopo Wetan,” kata Era Kartikawati seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Sabtu (1/7).
Daru jumlah total pasien mengalami keracunan, terdapat 45 orang yang menjalani perawatan di rumah sekaligus dipantau perkembangan kondisi kesehatannya.
”Ada yang berobat jalan posisinya di rumah, kami obati saat kami turun kemarin sore,” ujar Era Kartikawati.
Era menyebut, dugaan kejadian keracunan itu bermula ketika warga setempat melaksanakan kegiatan makan bersama, pada Kamis (29/6) malam. Namun pada Jumat (30/6), warga setempat merasakan gejala gangguan kesehatan, seperti diare, mual, dan demam.
Sejumlah warga pun memilih langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Lebih lanjut, pihak Puskesmas Tanah Kali Kedinding mendapatkan kabar tersebut pada pukul 16.00 WIB dan langsung menerjunkan petugas kesehatan untuk melakukan perawatan kepada warga.
”Yang kami temukan harus dirujuk, langsung kami rujuk, ada yang kami rujuk ke puskesmas. Sampai ini tadi masih ada yang masuk,” papar Era Kartikawati.
Petugas, lanjut dia, juga sudah mengambil sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan kepada warga di sana. Pihaknya juga masih menunggu hasil laboratorium pemeriksaan sampel makanan.
”Sampel makanan sudah dikirim ke BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) hari ini,” terang Era Kartikawati.
Selain itu, Era menyatakan, sudah menyerahkan data dugaan keracunan yang dialami puluhan warga ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. ”Data juga sudah laporan ke wali kota, biar tidak salah data,” ucap Era Kartikawati.
Sementara itu, Camat Kenjeran Yuri Widarko menambahkan, dugaan keracunan baru kali pertama terjadi di wilayahnya. Sebab, kegiatan makan bersama pada momen Idul Adha sudah menjadi agenda tahunan warga setempat.
”Kegiatan makan-makan ini sudah biasa. Kejadian keracunan baru kali ini,” tutur Yuri Widarko.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
