
PERSIAPAN: Salah seorang siswa calon peserta PPDB (kanan) mendatangi kantor cabang Dispendik Jatim di Jombang untuk verifikasi nilai rapor.
JawaPos.com – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 untuk jenjang SMA/SMK negeri di Jatim memasuki fase lanjutan. Mulai hari ini, tahap pendaftaran untuk jalur afirmasi dan prestasi dimulai.
Sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan, pemprov menyiapkan kuota 15 persen dari pagu untuk jalur afirmasi. Jalur itu terbagi atas keluarga tidak mampu dan ADEM sebanyak 7 persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen, dan penyandang disabilitas 3 persen.
Nanti pendaftaran di setiap jalur tersebut dibuktikan dengan sejumlah dokumen yang harus dilengkapi. Di antaranya, kartu/tanda keikutsertaan orang tua dalam program jaminan sosial yang digulirkan pemerintah.
Selain itu, pada tahap tersebut juga ada jalur perpindahan tugas orang tua. Kuotanya terbagi pindah tugas orang tua (5 persen), anak guru (2 persen), dan anak tenaga kesehatan (1 persen).
Selain itu, ada pula jalur prestasi lomba sebanyak 5 persen yang di dalamnya ada hafiz dan ketua OSIS. ”Semua proses dilakukan secara online. Termasuk pengambilan PIN,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Dia menjelaskan, pemprov telah menyiapkan seluruh kebutuhan dan personel dalam pelaksanaan PPDB kali ini. Di antaranya, call center dan layanan operator di SMA/SMK negeri terdekat, 24 kantor cabang dinas pendidikan (dispendik) se-Jawa Timur, dan kantor Dispendik Jatim.
”Karena berbasis online, calon peserta didik harus jeli dan teliti,” kata Khofifah.
Sementara itu, Plt Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi menyebut ada 250.802 siswa yang mengajukan PIN sejak dibuka Senin (12/6) hingga Jumat (16/6).
”Yang sudah terverifikasi sebanyak 230.863 berkas. Sedangkan salah berkas sebanyak 9.456 siswa,” katanya.
Kesalahannya beragam. Ada foto KK yang tidak terbaca oleh sistem. Ada pula siswa yang belum meng-upload file seperti SKD (surat keterangan domisili) untuk orang tua yang pindah tugas pada jalur pindah tugas orang tua. Juga terkait penitikan rumah yang tidak akurat.
”Permasalahan ini akan diselesaikan dengan pemberitahuan banding oleh operator dengan memberikan rekomendasi ketepatan atau akurasi lokasi rumah sesuai dengan alamat KK,” katanya.
Terkait verifikasi, Wahid mengatakan bahwa pemprov telah menyiapkan 36 ribu operator. Mereka ditempatkan di kantor dinas, kantor cabang dinas, dan sekolah. Setiap operator bisa menyelesaikan lebih dari 60 berkas terverifikasi per hari.
Dispendik juga membuka layanan call center dan via WhatsApp (WA) di 081131108881. (hen/c6/ris)
PELAKSANAAN prosesi kelulusan siswa sekolah (mulai jenjang TK hingga SMA/sederajat) kini seakan-akan sudah menjadi sebuah tradisi. Bentuknya beragam. Mulai wisuda hingga perpisahan.
Namun, kini prosesi-prosesi itu mulai mendapat resistansi. Tak sedikit wali murid yang keberatan. Sebab, prosesi itu digelar secara berlebihan. Melibatkan sumbangan besar.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
