Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 April 2026 | 20.08 WIB

Wagub Emil Dardak Ungkap Industri Pengolahan Jadi Pilar Jatim

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat mengisi materi di acara Media Briefing Kementerian Keuangan, Nganjuk, Kamis (17/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat mengisi materi di acara Media Briefing Kementerian Keuangan, Nganjuk, Kamis (17/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak menyebut industri pengolahan menjadi penopang utama dalam perekonomian di wilayah tersebut. 

Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, kontibusi industri pengolahan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2025 tercatat paling tinggi dengan presentase 31,32 persen.

"Jadi di Jawa Timur ini, penyumbang terbesar perekonomian adalah sektor manufaktur, tentu ini menjadi nilai tambah yang tinggi," tutur Emil saat mengisi acara Media Briefing Kementerian Keuangan di Nganjuk, Kamis (16/4). 

Secara akumulatif, sektor manufakturing menyerap 3,58 persen dari jumlah pekerja di Jawa Timur. Mantan Bupati Trenggalek ini pun mengakui sektor tersebut sangat berperan dalam pertumbuhan Jatim.

"PDRB 2025 tercatat Rp 3.403,17 Triliun. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,29 persen dan 14,40 persen secara Nasional” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wagub Emil Dardak mengatakan hingga akhir tahun 2025, jumlah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan sebanyak 869.352 unit usaha dan menyerap tenaga kerja 3.384.078 orang. 

"Dari jumlah tersebut, industri pengolahan besar sebanyak 2.101 atau 0,20 persen, di susul industri menengah sebanyak 25.389 atau 2,92 persen, dan paling banyak ini industri kecil dengan 841.862 perusahaan," terang Emil. 

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti aktivitas ekspor yang juga memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Bahkan, transaksi ekspor di provinsi tersebut lebih banyak dibanding impor.

"Tahun ini kita mencatatkan ekspor kita lebih besar daripada impor sepanjang 2025. Kita ekspor 1654, dan kita impor 1444. Ini adalah angka yang menggembirakan untuk yang luar negeri tadi (ekspor)," imbuhnya.

Emil menyebut nilai ekspor di Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai USD 30,4 miliar. Ekspor didominasi sektor non migas, seperti perhiasan, bahan kimia, kayu, kertas, lemak, minyak hewan, dan ikan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore