
Ilustrasi: Pilpres 2019
JawaPos.com - Politik adalah persoalan kekuasaan. Paling tidak, itulah pandangan umum mengenai politik. Menjelang pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilihan umum legislatif (pileg), percakapan politik di Indonesia tengah didominasi kompetisi merebut kekuasaan yang masih mengutamakan politik yang cenderung membenturkan antaridentitas. Ujaran kebencian dan polaritas kelompok memperburuk terbelahnya masyarakat.
Segala keramaian politik di Indonesia sejatinya melalaikan problem yang lebih fundamental, yaitu problem lingkungan hidup. Khususnya krisis iklim.
Publik pun mudah terpancing untuk melayani perselisihan politik identitas dibanding memperbincangkan masa depan lingkungan hidup di Indonesia. Politik telanjur dianggap sebatas upaya kontestasi ideologis yang dibentuk manusia untuk mengatur atau memengaruhi manusia lainnya. Jikapun ada pembahasan mengenai lingkungan hidup seperti tanah, air, hutan, atau laut, konteksnya menyangkut bagaimana sumber daya alam itu dikelola untuk kepentingan manusia.
Gagasan semacam itu dapat ditelusuri dalam filsafat politik. Tanah adalah properti, demikian yang disampaikan John Locke dalam Two Treatise of Government. Segala upaya politis merupakan cara-cara untuk menetapkan dan menjamin bumi beserta hasilnya sebagai properti yang dimiliki individual.
Sementara itu, dalam Economic and Philosophic Manuscripts of 1844, Karl Marx mendebat konsep kepemilikan individual. Ia menjelaskan bagaimana kerja yang diterapkan dalam sistem ekonomi politik yang kapitalis mengakibatkan alienasi antara manusia dan lingkungan serta dirinya sendiri.
Baginya properti individual adalah sesuatu yang antisosial. Tetapi, bagaimanapun, bagi Marx pengertian tentang alam tersebut selalu dalam kaitannya dengan aktivitas manusia. Marx menempatkan manusia unggul melampaui alam maupun makhluk hidup lainnya. Tidak ada pengertian nilai yang intrinsik dalam alam menurut Marx. Untuk Marx, hasil-hasil alam bukanlah objek kepemilikan individual, melainkan milik sosial.
Bagaimana dengan wacana politik dari Timur? Dalam Arthasastra karya Chanakya, diuraikan konsep politik dan ekonomi yang ditulis sekitar abad ke-2 SM (sebelum Masehi) di India. Ia menyatakan pentingnya menjaga hutan. Bahkan, ia mengklasifikasi hutan berdasar fungsi rekreasional untuk berburu hingga untuk kepentingan ekonomi kerajaan.
Dalam perspektif Chanakya pun konservasi terhadap hutan dilakukan atas dasar kebutuhan manusia. Naskah lainnya adalah Kakawin Nagarakrtagama yang ditulis Empu Prapanca pada abad ke-14 yang menuliskan sejarah Kerajaan Majapahit. Teks tersebut juga menyinggung mengenai hutan, yang menyampaikan pesan serupa dengan Arthasastra, bahwa hutan beserta segala isinya merupakan hak milik raja.
Berdasar sejarah pemikiran yang mengaitkan politik dengan lingkungan hidup, dapat ditelisik bagaimana manusia mewarisi kebiasaan berpikir bahwa politik seolah-olah mengenai bagaimana kekuasaan beroperasi, bahkan untuk menaklukkan alam sekalipun. Catatan Akhir Tahun Kiara (Koalisi Rakyat untuk Perikanan) menunjukkan temuan-temuan yang penting berkaitan dengan kekuasaan yang mengancam pesisir di Indonesia. Kiara mencatat meningkatnya izin reklamasi yang menyasar 37 wilayah pesisir tersebar dari Pulau Sumatera hingga Papua.
Reklamasi yang dilakukan berdampak buruk pada ekosistem lautan, juga berpotensi menimbulkan bencana ekologis bagi masyarakat sekitar. Proyek-proyek itu juga sarat konflik, perampasan ruang hidup masyarakat adat yang kian terimpit.
Laporan investigasi yang juga penting untuk dibaca adalah "Coalruption". Laporan yang disusun secara kolaboratif antara Greenpeace, Jatam, ICW, dan Auriga itu menyampaikan bagaimana alam Indonesia dipertaruhkan dalam pertarungan politik yang kotor.
Laporan tersebut menuding bahwa korporasi batu bara berperan besar dalam Pilpres 2019. Ketergantungan mesin politik terhadap dana dari bisnis batu bara mengakibatkan tersanderanya alam Indonesia. Di dalam laporan juga diuraikan bagaimana penerbitan izin tambang batu bara penuh dengan siasat dan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan beberapa kepala daerah terseret kasus korupsi.
Memang tampak muramnya lanskap politik di Indonesia. Namun, dinamika politik tidak hanya berpusat pada elite politik. Munculnya Golongan Hutan yang digagas berbagai komunitas menunjukkan bagaimana masyarakat sipil berupaya mengarusutamakan isu lingkungan hidup dalam pembicaraan politik.
Gerakan masyarakat itu ingin menyuarakan di manakah keterwakilan hutan dalam politik Indonesia. Fakta deforestasi yang terjadi di Kalimantan, yang kini juga tengah merongrong wilayah Sumatera dan Papua. Padahal, dalam skema mitigasi kebencanaan karena iklim, hal yang imperatif dilakukan saat ini ialah mempertahankan hutan. Indonesia yang di wilayahnya membentang hutan terluas nomor ketiga dunia berperan penting dalam misi penyelamatan planet ini.
Politik ekologi merupakan suatu pandangan di mana politik berkelindan dengan ekologi, sehingga terjadi perluasan pada pengertian keadilan, demokrasi, juga kebebasan yang melibatkan keberlanjutan lingkungan hidup. Pada mulanya politik dikembangkan sebatas upaya beradaptasi manusia untuk menciptakan keteraturan sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022