
Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 umumkan 3 pemenang dari 3 kategori berbeda secara daring. (Instagram: kusalasastrakhatulistiwa)
JawaPos.com - Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 telah menetapkan sekaligus mengumumkan tiga karya terbaik sebagai pemenang dari tiga kategori utama. Novel Ikhtiar yang Tak Benar-Benar karya Nukila Amal, kumpulan cerpen Hantu Ulang-alik karya Ratri Ninditya, dan kumpulan puisi Nusantara, Amnesia karya Ari Pahala Hutabarat keluar sebagai pemenang setelah melalui proses penjurian yang berlangsung secara bertahap dan mendalam.
Pengumuman pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 dilakukan secara daring melalui kanal resmi KSK pada Minggu, 23 Agustus 2026. Ketiga karya tersebut dipilih setelah Dewan Juri menelaah sejumlah karya dengan mempertimbangkan kekuatan bahasa, gagasan, konsep artistik, hingga keberanian pengarang dalam memperluas kemungkinan sastra Indonesia.
Dewan Juri KSK 2026 terdiri atas Andina Dwifatma, Arif Bagus Prasetyo, Martin Suryajaya, Ni Made Purnama Sari, dan Saras Dewi. Mereka menilai karya-karya yang masuk memiliki kualitas yang relatif berimbang sehingga proses menentukan pemenang membutuhkan diskusi panjang.
Ni Made Purnama Sari mengatakan, para juri melihat adanya capaian artistik dan pengayaan tema yang kuat dari karya-karya yang mengikuti kompetisi tahun ini.
“Setiap anggota Dewan Juri sepakat bahwa karya yang masuk memiliki capaian artistik dan pengayaan tematik yang sangat memikat,” ujar Ni Made Purnama Sari dalam keterangannya.
Menurut dia, masing-masing penulis memiliki cara tersendiri untuk mengembangkan tradisi sastra yang sudah ada sekaligus menawarkan kemungkinan baru. Karena itu, proses penjurian tidak semata-mata mencari karya yang dianggap paling menonjol, tetapi juga melihat sejauh mana sebuah karya mampu memperkaya perkembangan sastra Indonesia.
Pada kategori novel, Ikhtiar yang Tak Benar-Benar karya Nukila Amal yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia dinilai memiliki kekuatan terutama pada teknik penceritaannya.
Andina Dwifatma menyebut novel tersebut berhasil membangun bentuk penceritaan polifonik, dengan menghadirkan berbagai suara dan gagasan tanpa membuat karakter-karakternya terdengar seragam.
Kemampuan tersebut membuat novel tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga menghadirkan pengalaman membaca yang berlapis. Tema domestik yang menjadi salah satu pijakannya pun berhasil dikembangkan menjadi eksplorasi estetik yang lebih luas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
