Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 21.04 WIB

Asian Games 2026: Medali Sudah di Tangan, Fitriani/Fadona Buktikan Padel Bukan Olahraga FOMO

Ganda putri cabang olahraga padel Indonesia Fitriani Sabatini (kanan) Fadona Kusumawati (kiri) berfoto bersama dalam wawancara cegat seusai laga babak semifinal melawan Filipina di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Jumat (2/10/2026). ANTARA/Arindra Meodia - Image

Ganda putri cabang olahraga padel Indonesia Fitriani Sabatini (kanan) Fadona Kusumawati (kiri) berfoto bersama dalam wawancara cegat seusai laga babak semifinal melawan Filipina di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Jumat (2/10/2026). ANTARA/Arindra Meodia

JawaPos.com - Ganda putri Indonesia Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati membuktikan bahwa padel bukan sekadar olahraga yang berkembang karena tren setelah memastikan medali pada debut cabang olahraga tersebut di Asian Games 2026.

Fitriani/Fadona melaju ke final setelah mengalahkan pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Jumat.

"Apalagi padel diremehkan di Indonesia kan, katanya olahraga FOMO. Tapi kita bisa buktiin pulang bawa medali," kata Fadona seusai pertandingan.

Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa bagi Fitriani/Fadona karena mereka sebelumnya merupakan petenis yang kemudian memutuskan hijrah ke padel. Keputusan itu diambil setelah keduanya melihat peluang yang lebih besar untuk berprestasi di cabang olahraga yang masih relatif baru di Indonesia tersebut.

Fitriani mengaku pada awalnya diajak Fadona untuk bermain padel. Ia kemudian merasa menikmati olahraga tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk menekuni secara serius. Selain merasa cocok dengan padel, minimnya pertandingan tenis di tingkat nasional turut menjadi pertimbangan keduanya untuk beralih cabang olahraga.

Fadona menambahkan keputusan tersebut juga didasari pertimbangan mengenai peluang prestasi yang dapat mereka raih melalui padel.

"Kita melihat juga kalau padel ini kita ada chance besar di sini, beda dengan tenis. Makanya kita langsung switch ke padel, maka dari itu kita sudah fokus yang bisa di titik sekarang," ujar Fadona.

Meski memiliki dasar tenis, Fadona mengakui proses adaptasi ke padel tidak sepenuhnya mudah. Sejumlah aspek permainan seperti penggunaan kaca, gameplay, dan positioning membutuhkan waktu untuk dipelajari.

"Sebenarnya susah gampang ya, karena kita sudah ada padel itu kan dari basic tenis juga. Cuma kalau untuk belajar di padel itu belajar di kaca, sama gameplay, positioning itu mungkin cukup lama juga. Kita sudah mau dua tahun, satu tahun," kata Fadona.

Sementara itu, sejumlah teknik dasar seperti voli, forehand, backhand, dan smash dapat mereka adaptasi dengan relatif cepat karena sudah memiliki fondasi dari tenis.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore