
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan dalam wawancara cegat usai tampil pada nomor 65kg putra Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis (24/9/2026). (ANTARA/Arindra Meodia)
JawaPos.com - Lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan mengaku ingin menikmati penampilan terakhirnya di Asian Games dan masih membidik Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia juga berusaha berlapang dada menerima apa pun hasil yang diraihnya setelah finis di posisi keempat kelas 65kg putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Enjoy aja, apa pun hasilnya memang. Hari ini saya ingin seperti yang kemarin bilang sebelum berangkat, ingin menikmati kompetisi, jadi apa pun hasilnya mesti kita terima," kata Eko seusai pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis.
Baca Juga:Medali Emas Tak Boleh Lepas! Bulu Tangkis Putra Indonesia Tantang Tiongkok di Final Asian Games
Eko menyelesaikan pertandingan dengan total angkatan 302 kg, hasil dari snatch 135 kg dan clean and jerk 167 kg.
Lifter berusia 37 tahun itu mengakui tetap merasa sedih karena gagal naik podium. Namun, ia memilih mengapresiasi perjuangannya hingga bisa kembali tampil di Asian Games setelah melalui proses seleksi nasional.
"Siapa sih yang enggak sedih, enggak dapat podium. Cuma apresiasi diri sendiri saja, saya sudah berusaha sampai sekarang. Melewati seleknas masih bisa nomor empat," ujar Eko.
Eko mengatakan dirinya tidak ingin terlalu larut dengan hasil pertandingan tersebut. Ia memilih melihat perjuangan yang telah dilakukan hingga bisa kembali dipercaya memperkuat tim nasional.
Pada pertandingan tersebut, Eko sempat gagal pada percobaan pertama snatch 135 kg sebelum berhasil pada kesempatan kedua. Ia kemudian gagal mengangkat 138 kg pada percobaan ketiga.
Pada clean and jerk, Eko juga gagal pada percobaan pertama dengan beban 167 kg, tetapi berhasil pada kesempatan kedua. Ia kemudian mencoba 175 kg pada percobaan ketiga namun gagal.
Hasil itu membuat Eko berada di posisi keempat, di bawah Pak Myong Jin dari Korea Utara yang meraih emas dengan total 328 kg, He Yueji dari China yang merebut perak dengan 327 kg, serta Tran Minh Tri dari Vietnam yang mengamankan perunggu dengan 309 kg.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022