Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 00.07 WIB

Jelang MotoGP Indonesia 2026, Sistem Proteksi Kebakaran Sirkuit Mandalika Diuji

Jelang MotoGP Indonesia 2026, Sirkuit Mandalika menguji sistem proteksi kebakaran. Hydrant mampu menjangkau hingga 45 meter. (Dok. Dewi/Lombok Post) - Image

Jelang MotoGP Indonesia 2026, Sirkuit Mandalika menguji sistem proteksi kebakaran. Hydrant mampu menjangkau hingga 45 meter. (Dok. Dewi/Lombok Post)

JawaPos.com – Persiapan Pertamina Mandalika International Circuit menuju Grand Prix of Indonesia 2026 terus dimatangkan. Tak hanya menyangkut kesiapan balapan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui pengujian sistem proteksi kebakaran di kawasan sirkuit.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah melakukan pengujian sistem tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sarana keselamatan siap digunakan saat balapan pada 9–11 Oktober mendatang.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan, pengujian merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan sirkuit secara menyeluruh.

“Pengujian bersama Damkartan Lombok Tengah ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan sistem pendukung keselamatan dapat bekerja ketika dibutuhkan,” katanya.

Menurut Troy, kebutuhan terhadap sistem keselamatan semakin penting mengingat tingginya intensitas pemanfaatan sirkuit sepanjang tahun. Hingga September 2026, tercatat 132 kegiatan masuk dalam kalender sirkuit. Rinciannya, 89 event motorsport dan 43 event non-motorsport dengan total pemanfaatan mencapai 244 hari aktivitas.

Tingginya aktivitas tersebut membuat sarana proteksi kebakaran harus dipastikan dalam kondisi optimal. Sebab, kawasan sirkuit tidak hanya digunakan saat gelaran balap internasional, tetapi juga menjadi lokasi berbagai kegiatan yang melibatkan peserta, pengunjung, komunitas, pekerja, dan masyarakat.

Pengujian kali ini mencakup sistem pompa serta jaringan hydrant yang telah diperbarui. Hasil pengujian menunjukkan semburan air hydrant mampu mencapai ketinggian 20–25 meter secara vertikal dan jangkauan 35–45 meter secara horizontal.

Sistem tersebut juga didukung flexible hose sepanjang 30 meter untuk memperluas jangkauan petugas ketika melakukan penanganan.

Sistem proteksi kebakaran itu memiliki sumber air utama berkapasitas 300 meter kubik. Selain itu, terdapat tiga lapis sistem pompa yang bekerja sesuai kebutuhan serta pompa cadangan untuk menjaga suplai air ketika terjadi gangguan listrik.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari kesiapan sirkuit sebagai venue berbagai kegiatan nasional dan internasional secara berkelanjutan.

Editor: Hendra
Sumber: Lombok Post
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore