
Marco Bezzecchi bangkit dari masa sulit dengan dua podium di Silverstone. Pembalap Aprilia itu kembali ke posisi kedua klasemen MotoGP. (Crash)
JawaPos.com - Setelah melewati rentetan kecelakaan dan cedera sejak Grand Prix Italia, Marco Bezzecchi akhirnya kembali mendapat hasil apik di GP Inggris. Pembalap Aprilia tersebut berhasil finis ketiga, baik saat sprint maupun race utama di Silverstone akhir pekan lalu.
Keberhasilan Bezzecchi naik podium semakin terasa emosional. Sebab, kondisi fisik pembalap asal Italia itu sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Lututnya masih belum leluasa digerakkan. Rasa sakit juga masih terasa di bahu kiri.
Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan tekad Bezzecchi untuk kembali naik podium. Sesuatu yang gagal dia raih dalam empat balapan utama terakhir. “Saya sangat menginginkannya. Saya tidak bisa menyerah dan bersedia melakukan apa pun,” tegas Bezzecchi.
Tak heran jika Bezzecchi tak kuasa menahan air mata begitu balapan berakhir. “Setelah bekerja keras lalu mendapat pukulan beruntun sejak Mugello saya datang ke sini tanpa ekspektasi tinggi, dan membawa pulang dua podium terasa sangat menyenangkan,” ujar pembalap 27 tahun tersebut.
Tambahan poin dari Silverstone mengembalikan Bezzecchi ke peringkat kedua klasemen sementara. Dia masih terpaut 31 poin dari pemuncak klasemen sekaligus rekan setimnya, Jorge Martin. Dia juga masih unggul 6 poin dari pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura.
“Secara keseluruhan, ini adalah momen kebangkitan yang sangat bagus. Setelah Mugello situasinya memang berat, termasuk saat jeda musim panas. Namun, kini semua itu sudah berlalu,” kata Bezzecchi kepada MotoGP.com. “Sekarang saatnya untuk sedikit beristirahat dan memulihkan kondisi dengan baik, terutama untuk mempersiapkan fisik,” ujarnya.
Setelah GP Inggris, MotoGP akan berlanjut di Aragon pada 28-30 Agustus mendatang. CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menilai balapan tersebut bisa jadi tolok ukur untuk perebutan gelar juara dunia musim ini.
“Soal Bezzecchi, untungnya kami memiliki waktu tambahan satu minggu untuk pemulihan sebelum balapan di Aragon, sirkuit yang kita tahu menjadi salah satu lintasan favorit Marc Marquez,” kata Rivola dikutip dari GPone.
“Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, jumlah yang sangat besar. Namun, Aragon bisa memberikan gambaran siapa yang akan menjadi pesaing gelar sebenarnya untuk sisa musim,” ujarnya.
Setelah meraih kemenangan di Mugello, Italia pada 31 Mei, Marco Bezzecchi justru harus menjalani empat seri berikutnya dengan rentetan kegagalan. ‘Nasib buruk’ itu baru berakhir akhir pekan lalu di Silverstone, Inggris.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022