
Kimi Antonelli. Mercedes mulai kehilangan dominasi di Formula 1 2026. Toto Wolff tetap tenang dan mengungkap strategi serta celah regulasi yang dimiliki tim. (Instagram @kimi.antonelli)
JawaPos.com – Dominasi Mercedes mulai mendapat tantangan memasuki paruh musim Formula 1 2026. Setelah menyapu bersih enam seri pembuka dengan kemenangan, tim asal Brackley itu hanya mampu memenangi dua dari lima balapan terakhir.
Setelah Ferrari memutus tren kemenangan Mercedes di Barcelona-Catalunya dan Silverstone, kini giliran McLaren yang tampil impresif pada GP Hungaria di Hungaroring akhir pekan lalu. Tim berjuluk Papaya itu bahkan nyaris finis satu-dua sebelum Oscar Piastri mengalami masalah pada gearbox.
Meski begitu, Kepala Tim Mercedes Toto Wolff menegaskan timnya tidak panik. Menurutnya, performa McLaren di Hungaroring sudah sesuai prediksi.
"Jika Anda bertanya kepada AI siapa favorit di Budapest, AI akan mengatakan McLaren," kata Wolff, dikutip dari Motorsport.
"Mereka adalah tim yang dominan di sini (Hungaroring) dalam beberapa tahun terakhir. Saya pikir mereka bisa finis satu dan dua seperti tahun lalu. Jadi, jelas ini adalah salah satu trek yang bagus untuk mereka, dan tidak terlalu bagus untuk kami," lanjutnya.
Selain karakteristik sirkuit yang lebih menguntungkan McLaren, Wolff tetap percaya diri karena Mercedes memang sengaja menunda paket upgrade besar hingga paruh kedua musim.
Strategi tersebut diambil agar tim tetap berada dalam batas anggaran (cost cap) yang ditetapkan FIA.
Meski belum membawa banyak pembaruan teknis, Mercedes tetap menjadi acuan utama di Formula 1 musim ini. Tim Silver Arrow kembali menemukan celah regulasi (loophole) yang memberi keuntungan pada sesi kualifikasi.
Sesuai regulasi FIA, tenaga listrik mobil akan berkurang secara bertahap (ramp down) ketika daya baterai hampir habis. Mercedes menemukan cara untuk menghindari kondisi tersebut.
Caranya, pembalap sedikit mengangkat pedal gas (lift-off) sebelum kapasitas baterai mencapai nol persen. Dengan demikian, sistem ramp down tidak aktif sehingga mobil tetap memperoleh tenaga penuh sebesar 350 kW hingga garis finis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022