
CdM Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tim panahan Indonesia mengajukan permohonan untuk berangkat lebih awal ke Asian Games 2026. Permohonan tersebut dibuat untuk beradaptasi dan menjajal venue resmi sebelum memulai perjuangannya di multi event bergengsi se-Asia tersebut.
Asian Games 2026 dijadwalkan bergulir di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Kontingen Indonesia, termasuk cabang olahraga (cabor) panahan, tengah memanaskan mesinnya jelang kompetisi bergengsi tersebut.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Irawadi Hanafi, menjelaskan skuad panahan dijadwalkan berlaga pada 25 September 2026. Keberangkatan tim panahan diatur oleh panitia berangkat H-2 sebelum perlombaan.
Baca Juga:Panahan Raih Emas Terbanyak di SEA Games 2025 Thailand, Jadi Capaian Terbaik Selama 12 Tahun
Padahal, lapangan latihan resmi di Jepang sudah mulai dibuka bagi para peserta sejak 22 dan 23 September. Maka itu, Irawadi meminta agar tim panahan Merah Putih bisa berangkat lebih awal. Hal itu ia ungkapkan langsung saat kunjungan Chef de Mission (Cdm) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu.
"Jadi kami mohon kalau bisa kami berangkat tanggal 22," ujar Irawadi saat menerima kunjungan CdM Todotua Pasaribu di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Todotua Pasaribu pun menampung permintaan yang diajukan tim panahan Indonesia. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ivestasi dan Hilirisasi itu mengatakan bahwa pihaknya akan mempersiapkan keperluan tersebut.
"Nanti setelah ini kita berbincang secara serius, kira-kira apa lagi kebutuhan-kebutuhan nonteknis yang berkaitan dengan keberangkatan. Misalnya ada request lebih awal daripada yang ditentukan, itu nanti akan kita persiapkan," ujar Todotua Pasaribu.
Selain penyesuaian jadwal keberangkatan, Irawadi turut mengusulkan penambahan satu orang personel pendamping khusus sebagai masseur untuk menjaga kebugaran atlet. Kebutuhan ini dinilai krusial karena jarak antara tempat penginapan, arena latihan, serta fasilitas pemulihan fisik diperkirakan cukup berjauhan.
"Nah saya ingin imbau aja kepada CDM, kita itu hanya diberi jatah 10 atlet dan 4 pelatih, tapi tidak diberikan satu orang pendamping, yaitu kalau saya perlunya adalah masseur," ungkap Irawadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022