
Jorge Martin (Instagram @89jorgemartin)
JawaPos.com – Jorge Martin menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada tim Aprilia setelah menunjukkan reaksi emosional di garasi seusai MotoGP Catalunya 2026.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (18/5), pembalap asal Spanyol tersebut mengakui tindakannya berlebihan setelah gagal mengendalikan emosi akibat insiden dengan Raul Fernandez pada restart terakhir balapan. Martin secara khusus meminta maaf kepada manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, atas sikapnya di area pit.
Insiden yang memicu kemarahan Martin terjadi pada lap pertama restart terakhir saat dirinya bersenggolan dengan Raul Fernandez. Kontak antarkedua pembalap Aprilia itu membuat Martin terjatuh ketika sedang berada di posisi kedua dan berpeluang besar bersaing memperebutkan kemenangan.
Sementara Fernandez tetap melanjutkan balapan, Martin kembali ke lintasan dari posisi belakang hingga akhirnya menyelesaikan perlombaan jauh dari persaingan depan.
Setelah memarkir motor RS-GP miliknya di depan garasi tim pabrikan Aprilia, Martin terlihat meluapkan kekecewaan dengan memberikan tepuk tangan bernada sinis. Paolo Bonora bersama Massimo Rivola kemudian mencoba menenangkan pembalap tersebut di dalam pit box.
Situasi emosional itu menjadi sorotan karena memperlihatkan frustrasi besar Martin setelah kehilangan peluang penting di Catalunya.
Meski kecewa, Martin menegaskan bahwa pikirannya lebih tertuju kepada kondisi Alex Marquez dan Johann Zarco yang mengalami insiden serius pada balapan tersebut. Ia juga menilai dirinya sebenarnya memiliki kecepatan untuk meraih hasil maksimal sebelum kecelakaan terjadi.
Namun, Martin memilih mengambil sisi positif dengan menilai performanya tetap kompetitif sepanjang akhir pekan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
