
Tim Thomas dan Tim Uber Indonesia berfoto bersama setibanya dari Chengdu, China di Terminal VIP Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/5/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/am.
JawaPos.com - Di tengah riuh tradisi yang telah mengakar puluhan tahun, gengsi Piala Thomas dan Uber 2026 di Horsens (24 April–3 Mei) tetap berdiri tegak sebagai panggung prestise bulu tangkis dunia.
Namun, arah persaingan dalam beberapa edisi terakhir mengirimkan pesan yang kian terang, bahwa nama besar tidak lagi cukup untuk menjamin kemenangan.
Format beregu menempatkan kemenangan sebagai hasil kerja kolektif, bukan dominasi individual. Dalam konteks ini, kedalaman skuad dan stabilitas performa menjadi faktor yang jauh lebih menentukan dibanding sekadar kehadiran satu atau dua pemain elite.
Indonesia berada di tengah perubahan tersebut. Dengan 14 gelar Piala Thomas, Merah Putih tetap menjadi tim tersukses dalam sejarah.
Status itu secara otomatis menempatkan Indonesia sebagai kandidat juara di setiap edisi. Namun, realitas dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu berjalan seiring dengan hasil.
Dua edisi terakhir menjadi contoh paling konkret. Indonesia mampu menembus final, tetapi gagal menuntaskannya dengan gelar.
Pada 2022 di Bangkok, Indonesia harus mengakui keunggulan India dengan skor 0-3. Hasil ini juga sekaligus menandai lahirnya kekuatan baru, karena India untuk kali pertama menjadi juara di ajang beregu paling bergengsi di dunia.
Dua tahun berselang di Chengdu, China kembali menunjukkan konsistensinya dengan mengalahkan Indonesia 3-1 di final.
Gelar terakhir Indonesia justru datang di Aarhus, Denmark, pada edisi 2020. Kini, ketika turnamen kembali digelar di negara yang sama, muncul pertanyaan yang lebih dalam dari sekadar peluang. Apakah Indonesia siap secara tim, bukan hanya secara individu?

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
