
Toprak Razgatlioglu. (Crash)
JawaPos.com – Toprak Razgatlioglu menjadi pusat perhatian pada hari pertama tes resmi MotoGP di Sepang kemarin. Pembalap rookie MotoGP tersebut, turun tanpa sayap belakang di Yamaha YZR-M1 nya.
Juara Dunia Superbike tiga kali ini adalah rookie utama yang melakukan debutnya di MotoGP musim ini. Toprak telah menyetujui kontrak multi-tahun dengan Pramac Yamaha.
Toprak sebetulnya sudah melakukan debut tes dengan Yamaha V4 akhir tahun lalu.
Nah, Minggu lalu, dia sudah mengambil bagian dalam sesi pemanasan di Sepang sebelum melakukan tes resmi. Dan pada hari pertama tes resmi, Yamaha memperkenalkan paket aerodinamis baru yang agresif pada M1-nya, sebagai bagian dari pengembangan.
Sayap belakang (rear winglets) pertama kali diperkenalkan oleh Ducati, selama Grand Prix Inggris 2022, dengan tujuan memberikan lebih banyak downforce pada ban belakang.
Sejak saat itu, setiap pabrikan telah meniru dan mengembangkan desain tersebut hingga ke tingkat ekstrem. Namun, kemarin Toprak harus melakukannya tanpa sayap belakang. Sebab, dia terkendala aturan pembatasan tinggi badan.
Dengan tinggi 185 cm, Toprak adalah pembalap tertinggi di grid saat ini. Nah, Yamaha harus mengatur motor agar sesuai dengan postur tubuhnya. Karena itu, jika menambahkan sayap belakang akan membuatnya berada di luar parameter tinggi badan yang diizinkan dalam peraturan. Yakni peraturan FIM MotoGP, Pasal 2.4.4.7.
Secara keseluruhan, performa Toprak selama uji coba dan tes bersama Yamaha memang belum semulus ketika dia masih menjadi pembalap superbike. Namun, manajer Pramac Yamaha, Gino Borsoi tetap mengapresiasi debutnya di atas motor Yamaha YZR-M1.
"Toprak belum pernah balapan di sini (Sepang) sebelumnya," ujar Borsoi seperti dikutip Gpone.com. "Ini trek yang sulit, tetapi dia sudah berhasil mencatatkan waktu 1 menit 58 detik, salut untuknya," imbuhnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
