Menpora Erick Thohir memberikan keterangan saat konferensi pers persiapan SEA Games 2025 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (16/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI telah menetapkan target untuk tim Indonesia di SEA Games 2025. Kontingen Merah Putih diminta untuk bisa meraih sedikitnya 80 medali emas dan mempertahankan posisi tiga besar, seperti dua edisi sebelumnya.
Target ambisius itu ditetapkan oleh Kemenpora RI setelah melakukan rapat dengan segenap Tim Review SEA Games 2025, Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada 21 November lalu.
"Dari hasil paparan cabor emasnya di angka 120 ya alhamdulillah. Tapi, hasil evaluasi kami baru di 80an. Artinya, kalau emas di 80-an sama targetnya seperti sebelum-sebelumnya di ranking 3," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir saat pengumuman penetapan kontingen, 21 November lalu.
Untuk mendukung target itu, Kemenpora mengirimkan banyak atlet untuk jadi bagian kontingen Indonesia. Tercatat ada 996 atlet yang didaftarkan untuk beraksi di pesta olahraga dua tahunan tersebut. Jumlah ini membuat Indonesia sebagai negara dengan kontingen terbesar keempat, setelah tuan rumah Thailand 1.800-an atlet, Filipina 1.200-an atlet, dan Malaysia 1.100-an atlet keempat.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa penetapan jumlah atlet beserta target telah disepakati berdasarkan perhitungan matang bersama para cabor dan stakeholder olahraga nasional lain, sesuai anggaran yang tersedia juga.
"Kami sangat serius mendukung. Kita sisir anggaran yang awalnya pendanaan Rp 10 miliar, alhamdulillah hari ini kita bisa lebih percaya diri naik dari 10-50-60 miliar, dan oleh Bapak Presiden sehingga anggaran ini tembus di Rp 66 miliar," terang Erick Thohir.
"Dengan anggaran yang meningkat kita bisa mengirimkan sesuai permintaan cabor-cabor yaitu sejumlah 996 atlet. Jadi, saya minta semua cabor membawa medali," tambahnya.
Penetapan target 80 emas sebenarnya cukup menjadi sorotan. Pasalnya Indonesia sebelumnya diprediksi kehilangan 41 emas dari edisi sebelumnya karena nomor-nomor pertandingannya tak digelar di SEA Games 2025.
Nomor-nomor pertandingan cabang olahraga yang hilang itu mencakup fin swimming, kun bokator, vovinam, soft tennis, pencak silat, wushu, cycling, esport, wrestling, kick boxing, dragon boat, karate, sepak takraw, cricket, hingga judo.
Selain itu, berdasarkan perhitungan awal pemerintah, Indonesia juga baru mendapatkan potensi tambahan 32 emas dari nomor baru. Yakni dari rowing, canoe, archery, equestrian, shooting, woodball, sport climbing, waterski, skateboard, chess, mixed martial art, hingga modern pentathlon.
Tapi jika menarik ke belakang dan melihat rekam jejak kontingen Indonesia berdasarkan jumlah atlet yang dikirim dan hasilnya, target 3 besar di SEA Games 2025 bukan sesuatu yang tak mungkin.
Sebab, total 996 atlet adalah kontingen terbesar Indonesia sejak SEA Games 2011 ketika menjadi tuan rumah. Jumlah ini jauh lebih besar dari saat pasukan Merah Putih berada di peringkat ketiga dalam klasemen akhir medali pada 2021 (2022) di Hanoi, Vietnam dan 2023 di Phnom Penh, Kamboja.
Pada SEA Games 2021 (2022), tim Indonesia datang dengan berkekuatan 499 atlet dan berhasil meraih 69 emas, 91 perak, dan 81 perunggu. Tapi perolehan medalinya berjarak jauh dengan Vietnam selaku juara umum dengan 205 emas dan Thailand (92 emas) di urutan kedua.
Sementara pada SEA Games 2023, kontingen Indonesia yang diperkuat 599 atlet, mampu berjaya di Kamboja. Pasukan Merah Putih mampu membawa pulang 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Mereka hanya berjarak tipis dengan Vietnam (136 emas) sebagai juara umum dan Thailand (108 emas) di bawahnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
