
DYA Padel Tournament diikuti berbagai komunitas. (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Turnamen padel bertajuk DYA Padel Tournament untuk pertama kali digelar di Mr Padel, Jakarta Selatan, pada 1 November 2025. Ajang ini diikuti 68 peserta dari berbagai komunitas padel di Jakarta dan sekitarnya.
Ketua penyelenggara DYA Padel Tournament Lidya Praditta mengatakan, turnamen ini merupakan inisiatif dari komunitas padel. Yakni DYA Community.
“Ini first time turnamen saya. DYA itu nama saya. Separuh peserta dari komunitas saya. Separuh lagi dari teman-teman yang biasa ikut turnamen,” kata Lidya saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (1/11).
Menurut Lidya, antusiasme peserta sangat tinggi. Dua hari setelah poster diumumkan, seluruh slot langsung terisi.
“Begitu poster keluar, dua hari langsung full. Waiting list-nya sampai ratusan orang,” ujar Lidya Praditta.
Turnamen kali ini hanya membuka satu kategori Mix double. Lidya berencana menambah kategori pada turnamen berikutnya.
“Rencananya, Januari atau Februari nanti saya buka turnamen lagi di beberapa kategori,” beber Lidya Praditta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi antusiasme komunitas padel di Jakarta.
“Saya tahu sekarang ini padel benar-benar hype-nya luar biasa. Seluruh komunitas kalau belum menyentuh raket padel itu belum menjadi anak Jakarta, terutama anak Jakarta Selatan,” ujar Pramono.
Dia menilai turnamen seperti ini memiliki potensi sosial dan ekonomi yang besar.
“Saya surprise melihat lokasinya seperti ini. Saya yakin turnamen ini akan memperkuat komunitas padel di Jakarta. Dan, semoga ini bukan sekadar tempat kumpul main padel. Yang paling penting, komunitas seperti ini harus membantu menghidupkan UMKM di sekitar. Itu akan memberikan dampak positif,” tutur Pramono.
Lidya menyebut olahraga padel kini makin diminati masyarakat. “Lapangan sekarang rebutan. Antusiasmenya tinggi banget,” ujarnya.
Menanggapi kabar bahwa di beberapa negara, seperti Swedia, sejumlah lapangan padel mulai tutup karena penurunan minat, Lidya mengaku tidak khawatir.
“Di Indonesia hype-nya sempat turun. Tapi sekarang ramai lagi. Sebab, padel ini olahraga sosial,” ungkap Lidya.
Dia optimistis olahraga padel akan bertahan lama di Indonesia. “Sekarang anak-anak kecil sudah mulai private padel. Kalau diteruskan, bagus banget untuk regenerasi atlet,” ujarnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
