
Ekspresi kegembiraan salah satu peserta usai seleksi masuk PB Djarum. (Dok. Djarum)
JawaPos.Com – Sebanyak sembilan atlet sukses meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis sekaligus resmi bergabung dengan klub PB Djarum. Para penghuni baru klub yang bermarkas di Kudus ini terdiri dari satu atlet U-11 Putra, dua atlet U-11 Putri, dua atlet KU 11 Putra, satu atlet KU 11 Putri, dua atlet KU 12 Putra, dan satu atlet KU 12 Putri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Tanah Air, diantaranya Sorong, Balikpapan, Samarinda, Manado, dan Bantul.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengimbau bagi yang belum berhasil bergabung dengan PB Djarum agar tidak patah arang. Sebab masih ada jalan lain menggapai mimpi menjadi pebulu tangkis profesional.
“Selamat datang bagi para talenta muda yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum. Jaga terus nyala api semangat kalian," katanya.
Para pebulutangkis belia ini terpilih dari 1.729 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka melewati perjuangan cukup panjang selama mengikuti rangkaian seleksi mulai dari babak screening, turnamen, hingga tahap karantina selama lebih dari tiga minggu yang dimulai pada 13 September 2025 lalu.
Penilaian ketat dan kompleks oleh Tim Pencari Bakat dan jajaran pelatih PB Djarum, mencakup tes fisik, kemampuan individu, karakter dan keseharian di asrama, serta tambahan tes kesehatan pada seleksi tahap karantina kedua.
Sebelumnya pada penyisihan karantina tahap pertama (27/9), menyisakan 28 atlet dari 50 peserta yang meraih Super Tiket. Kemudian karantina tahap kedua ini kembali diseleksi hingga menjadi sembilan atlet terpilih.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2025, Sigit Budiarto menegaskan bahwa para atlet yang berhasil lolos merupakan mereka yang mampu memenuhi penilaian ketat yang ditetapkan tim pencari bakat dan jajaran pelatih PB Djarum.
Diantaranya ialah memiliki kombinasi teknik mumpuni, berkualitas super, dan jiwa petarung sejati yang tidak mudah menyerah. Ia menggambarkan proses seleksi ini layaknya jalan terjal menuju impian besar.
Dikatakan Sigit, Audisi Umum PB Djarum 2025 mengalami peningkatan secara kualitas di seluruh kelompok usia baik putra dan putri. "Tapi di dalam klub kami punya standar-standar tertentu yang harus dimiliki atlet. Kami melihat persaingan bulutangkis dewasa ini semakin sengit," ujarnya.
Juara Dunia tahun 1997 tersebut juga berpesan kepada atlet-atlet muda yang baru bergabung untuk terus mengasah potensi dan kemampuan agar mampu melanjutkan estafet kejayaan bulu tangkis Indonesia.
PB Djarum, kata Sigit, tidak hanya memberikan pembinaan menyeluruh, tetapi juga rutin mengirimkan atletnya untuk bertanding di berbagai turnamen nasional hingga internasional. Mereka diharapkan mampu meneruskan bahkan melampaui prestasi para seniornya.
“Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar kompetisi mencari bibit unggul, tapi juga simbol ketekunan, pembuktian diri, sekaligus gerbang menuju panggung dunia," katanya.
Salah seorang atlet KU 12 Putra yang berhasil menggapai mimpinya bergabung dengan PB Djarum adalah Rafa Radithya Kusuma asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Atlet yang sebelumnya berlatih di PB Jaya Raya Ragunan ini merasa bangga impiannya untuk menjadi pebulutangkis dunia bersama PB Djarum mulai ditapaki.
“Enggak nyangka bisa masuk dan terpilih bergabung PB Djarum, karena memang menjadi harapan saya untuk masuk sini (PB Djarum) dan menjadi atlet bulutangkis profesional. Ini Audisi Umum pertama buat saya. Semoga saya bisa meraih mimpi untuk bisa sampai Olimpiade,” ungkap Rafa.
Berikut para peraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2025: (Kelompok Usia, Nama, Kabupaten/Kota Asal):

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
