Marc Marquez. (Bobby Arifin/Jawa Pos)
JawaPos.com - Marc Marquez telah meraih tujuh kali gelar juara dunia MotoGP. Gelar juara dunia terakhir dia raih bersama Ducati, di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9) lalu.
Sayangnya, Marc punya satu catatan negatif tiap kali memastikan gelar di Motegi. Selama tiga musim sebelumnya pada 2014, 2016 dan 2018, pembalap 32 tahun itu selalu retired tepat satu seri setelah memastikan gelar juara dunia di sana.
Rekor buruk itu seolah jadi pelengkap ‘kutukan Mandalika’ yang dimiliki Marc. Selama tiga musim 2022, 2023 dan 2024, dia juga tak sekalipun menyelesaikan race utama di Indonesia. Paling baik, Marc hanya mampu finis di posisi ketiga, tapi itu saat sprint tahun lalu.
Marc sadar dengan rekor buruknya tersebut. Karena itu, dia mencoba bersikap lebih dewasa. “Dulu, setelah juara dunia, saya selalu ingin menyerang dan memenangi semua balapan. Tapi musim ini saya sudah merasakan tekanan besar, jadi sekarang saya cuma ingin bersenang-senang,” kata Marc jelang balapan di GP Indonesia dikutip dari GPOne.
Soal Mandalika, Marc juga tidak ingin muluk-muluk. Meski termasuk ke dalam satu dari dua sirkuit yang belum pernah dia taklukkan, bersama Portimao, tapi dia berusaha realistis. “Saya belum pernah finis di Mandalika, jadi target pertama adalah finis,” kata Marc sambil tertawa.
“Target kedua adalah menikmati lima balapan terakhir tanpa tekanan. Kalau saya finis kelima atau keenam di satu sesi, tak masalah, masih ada sesi berikutnya. Saya akan punya waktu untuk menekan diri sendiri di 2026,’’ ujarnya.
Alex-Pecco Berebut Runner-up
Balapan akhir pekan ini juga menjadi ajang persaingan sejumlah pembalap memperebutkan posisi runner-up klasemen. Peluang itu dimiliki dua rider. Yakni Alex Marquez (Gresini Ducati) dan Francesco Bagnaia (Ducati).
Setelah berhasil memenangi Grand Prix Jepang di Motegi pekan lalu, Pecco -sapaan Bagnaia- optimistis masih bisa merebut posisi runner-up sementara dari Alex. “Posisi kedua adalah target maksimal, dan saya akan berusaha,” kata Pecco. “66 poin (selisih dengan Alex) itu banyak untuk dikejar, tapi saya akan berikan segalanya,’’ timpalnya.
Kepercayaan diri Pecco cukup beralasan. Sebab, dia menggunakan beberapa setelan ‘khusus’ saat menang di Motegi pekan lalu. “Di tes Misano (sebelum Motegi), saya memilih mencoba hal-hal berbeda yang dulu memberi saya kepercayaan diri dan performa lebih baik,” kata Pecco.
Di sisi lain, Alex rela menolak ajakan ‘pesta’ dari sang kakak Marc. Dia ingin fokus sepenuhnya untuk mempertahankan posisi runner-up hingga akhir musim. “Saat dia (Marc) mengajak saya jam 8 malam, saya bilang, ‘Kamu sudah selesaikan misimu, tapi saya belum. Biar saya istirahat karena sekarang ada Indonesia’,” kata Alex.
Rekor Marc Setelah Kantongi Juara Dunia MotoGP

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
