
Amallia/Lanny dan Rachel/Febi jadi dua dari tiga pasangan baru di sektor ganda putri utama Pelatnas PBSI. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI, Karel Mainaky memberikan penilaiannya terhadap debut tiga racikan pasangan barunya di Hong Kong Open 2025. Dia menilai dua dari tiga duet yang ada sudah cocok, sementara satu pasangan lain masih belum klop.
Hong Kong Open 2025 menjadi panggung pertama untuk sektor ganda putri Pelatnas PBSI yang melakukan perombakan besar-besaran. Pelatih Karel menetapkan tiga pasangan baru dan mengembalikan satu yang lama berpisah.
Tiga duet baru tersebut adalah Amallia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Sementara satu pasangan yang dikembalikan adalah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Nah debut tiga pasangan ganda putri baru Indonesia cenderung mengkhawatirkan. Mereka berguguran di babak-babak awal, bahkan salah satunya langsung kandas di babak pertama Hong Kong Open 2025. Yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Meski begitu, Karel menilai performa Rachel/Febi dan Ana/Trias ternyata sudah cukup baik. Ia menyebut kedua pasangan itu sudah menemukan kecocokannya.
"Untuk ganda putri, penampilan pertama Ana/Trias dan Rachel/Febi lumayan baik. Secara permainan dan chemistry sudah terlihat klop," kata Karel dalam keterangan resmi PP PBSI, Senin (15/9).
"Hanya memang masih diperlukan waktu dan pengalaman bertanding untuk semakin menumbuhkan keyakinan di dalam lapangan. Beberapa momen kemarin terlihat satu dua kesalahan sendiri membuat mereka menjadi down. Itu yang tidak boleh terjadi," tambahnya.
Rachel/Febi memang tersisih di babak pertama. Tapi mereka gugur setelah dikandaskan oleh seniornya, Apriyani/Fadia, yang baru dipasangkan kembali.
Sementara Febriana/Trias, tersisih di babak kedua usai menyerah di tangan unggulan kedua asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Mereka kalah 18-21, 17-21.
Lantas bagaimana dengan duet Amallia/Lanny? Karel menilai pasangan satu ini paling berbeda sendiri. Meski sama-sama kandas di babak kedua usai dikalahkan oleh Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, Karel merasa Amallia/Lanny belum cocok.
"Pekerjaan rumah ada di pasangan Lanny/Tiwi yang belum menemukan ritme dan pola permainan yang pas," tambah Karel.
Lebih lanjut Karel berharap ketiga anak asuhnya bisa lebih baik di turnamen berikutnya. Terdekat ada China Masters 2025 yang akan berlangsung di Shenzhen pada 16-21 September 2025.
"Saya berharap anak asuh saya bisa memperbaiki penampilan, bermain sebaik mungkin di China Masters ini. Tidak mudah tapi bukan tidak mungkin," sahut Karel.
Berdasarkan drawing, tantangan berat dihadapi tiga ganda putri anyar. Sebab Amallia/Lanny akan bentrok dengan unggulan pertama Liu Sheng/Tan Ning (Tiongkok) dan Ana/Trias bakal kembali berjumpa dengan Pearly/Thinaah yang merupakan unggulan dua turnamen.
Hanya Rachel/Febi yang tak bentrok dengan unggulan. Mereka dijadwalkan menantang Rui Hirokami/Sayaka Hobara dari Jepang.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
