Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 18.32 WIB

Rombak Pasangan Besar-besaran di Tengah Anjloknya Prestasi Bulu Tangkis Indonesia, Solusi atau Ilusi?

Pasangan ganda putra dadakan Fajar/Fikri mampu melaju ke semifinal China Open 2025. (Dok: PBSI)

JawaPos.com - Perombakan dan pertukaran pasangan pada sektor ganda menjadi salah satu langkah yang saat ini dicoba oleh PP PBSI di tengah anjloknya prestasi bulu tangkis Indonesia.

Hal ini menimbulkan tanda tanya, apakah cara ini jadi solusi yang tepat atau nyatanya hanya ilusi semata?

Bulu tangkis Indonesia pernah sangat disegani dunia, khususnya pada sektor ganda. Tepatnya periode 2018 dan 2019, di mana para pasangan Merah Putih kerap bergantian juara dalam rangkaian turnamen BWF World Tour level Super 300 hingga 1000.

Bahkan, Indonesia pada masanya sangat mendominasi di ganda putra. Semua berkat pasangan-pasangan berkualitas seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Puncaknya adalah pada 2019, di mana dari 23 turnamen level elite, ganda putra Indonesia mampu menyabet lebih dari setengahnya dengan 12 gelar. Bahkan turnamen penutup tahun BWF World Tour Finals 2019 juga berhasil dimenangkan.

Selain ganda putra, sektor ganda lain pada periode yang juga tak buruk. Ganda putri dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu serta ganda campuran dengan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja cukup bisa diandalkan.

Namun semua itu kini tinggal kenangan. Dominasi pasangan-pasangan Indonesia perlahan kian menurun tiap tahunnya. Bahkan pada 2025, bulu tangkis Merah Putih secara keseluruhan lah yang mengkhawatirkan.

Hingga Agustus 2025, Indonesia baru mendapatkan tiga gelar individu. Yakni lewat nama Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri) di Thailand Masters, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran) di Taipei Open, dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra) di China Open.

Pasangan terakhir adalah duet dadakan yang tak diduga-duga. Fajar/Fikri sebelumnya bukan lah pasangan tetap. Mereka diduetkan karena partnernya masing-masing berhalangan.

Rian Ardianto yang merupakan partner Fajar, saat itu tengah cuti karena segera menjadi ayah. Sedangkan duet Fikri, Daniel Marthin lagi cedera cukup parah sehingga harus menepi beberapa bulan.

Tapi pasangan coba-coba itu membuahkan hasil dan pelatih ganda putra utama Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho melanjutkan duet Fajar/Fikri. Sementara Rian, dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

"Kemarin melihat penampilan dan performa Fajar/Fikri cukup baik di Japan dan China Open, saya mau coba melihat mereka lagi apakah mereka bisa konsisten bersaing di level atas," kata Anton dalam rilis resmi PBSI pada 5 Agustus 2025.

"Begitu juga dengan Rian/Yeremia, statusnya uji coba dua turnamen dulu, saya mau lihat seperti apa. Masih ada Rahmat juga yang bisa dicoba," tambahnya.

Antonius mengatakan pertukaran dan perombakan pasangan jadi program PBSI untuk tahun ini. Namun jika duet baru yang ditetapkan bisa membuktikan kualitasnya, bukan tak mungkin untuk dipatenkan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore