Marc Marquez berpotensi segera kunci gelar juara ke-9 di MotoGP 2025. (Instagram Marc Marquez)
GP Aragon menjadi bukti sahih betapa superiornya Baby Alien di atas lintasan. Marquez mengunci kemenangan dengan cara yang nyaris sempurna sejak awal pekan balapan.
Ia menguasai semua sesi mulai dari latihan bebas pertama (FP1) hingga balapan utama pada hari Minggu. Tak sekalipun ia tergeser dari posisi terdepan sepanjang akhir pekan di MotorLand Aragon, Spanyol.
Kemenangan di Aragon menjadi yang keempat bagi Marquez dari delapan balapan utama musim ini. Hasil itu kian menegaskan ambisi sang juara dunia delapan kali untuk merengkuh gelar kesembilan dalam kariernya.
Tak hanya menang, performa Marquez juga konsisten mencengangkan di setiap lintasan. Bahkan, torehan waktu dan kecepatan yang ia bukukan membuat para pesaing hanya bisa pasrah.
Kini, Marquez kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2025 dengan 233 poin. Ia unggul jauh atas sang adik sekaligus rival terdekatnya, Alex Marquez dari Gresini Racing, dengan selisih 32 poin.
Sementara itu, rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, terpaku di peringkat ketiga. Selisih poin antara Marquez dan Bagnaia bahkan mencapai angka mencengangkan, yakni 93 poin.
Dengan margin sebesar itu, banyak pihak mulai meyakini Marquez bisa mengunci gelar lebih cepat. Bahkan, peluang gelar bisa dikunci sebelum seri terakhir, atau tiga hingga empat balapan sebelum musim berakhir.
Pengamat MotoGP asal Italia, Carlo Pernat, juga tak mampu menyembunyikan kekagumannya. Mantan manajer Valentino Rossi itu menyebut performa Marquez di GP Aragon sebagai dominasi mutlak.
"GP Aragon, apa yang bisa saya katakan? Dominasi mutlak dari Marc Marquez," ujar Pernat dikutip dari Motosan.
Pernat menilai musim ini hanya berkutat pada satu nama, yakni Marc Marquez. Menurutnya, ada tiga dinamika yang terjadi: Marquez melawan semua orang, semua orang melawan Marquez, dan Marquez melawan dirinya sendiri.
Dari ketiganya, Pernat dengan tegas menyebut yang paling realistis adalah skenario ketiga. Hanya Marc Marquez sendiri yang bisa menjegal langkahnya menjadi juara dunia musim ini.
Ia menambahkan keunggulan Marquez saat ini bukan hanya soal motor Ducati yang kompetitif. Tetapi juga soal bakat, insting, dan pengalaman luar biasa yang membuatnya sulit disaingi.
Pernat bahkan menyatakan para pembalap lain tak bisa berbuat banyak jika Marquez terus tampil seperti sekarang. Marquez sudah berada satu level di atas semua pesaingnya, baik dari sisi teknik maupun mental.
"Jika dia tidak membuat kesalahan, maka kompetisi ini akan segera berakhir," ungkap Pernat. Ia pun meyakini MotoGP 2025 bisa selesai lebih cepat dari jadwal seharusnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
