Pemain basket asing Tangerang Hawks, Jarred Shaw langsung diblacklist setelah ditangkap polisi terkait narkoba. (Dok: IBL)
JawaPos.com - Nasib dan karier pebasket Amerika Serikat Jarred Shaw di Indonesia tamat sudah. Pemain berusia 34 tahun itu resmi terdepak dari Tangerang Hawks Basketball dan masuk daftar hitam IBL buntut terjerat kasus narkoba.
Jarred Shaw sebelumnya ditangkap pihak kepolisian, tepatnya oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (14/5). Dia diciduk setelah menerima paket narkoba jenis Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol).
Paket narkoba yang diterima Jarred Shaw diperoleh dari Thailand yang berisikan 20 bungkus permen bertuliskan 'Vita Bite'. Permen itu mengandung narkotika golongan 1 jenis Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 132 buah atau dengan keseluruhan berat bruto 869 gram.
Berdasarkan keterangan resmi klub, penangkapan dan kasus tersebut membuat kontrak Jarred Shaw bersama Tangerang Hawks resmi berakhir. Kerja sama tersebut tak berlanjut karena adanya pelanggaran dalam pasal kontrak antara pemain dan klub.
"Kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius dan sangat menyesali pelanggaran hukum yang dilakukan Jarred Shaw," ucap Tikky Suwantikno, manajer tim Tangerang Hawks.
Kasus yang dialami Jarred Shaw ini jelas jadi pukulan telak untuk Tangerang Hawks. Sebab, eks pilar Prawira Bandung dan Satria Muda Pertamina Jakarta itu merupakan bagian penting pada musim ini.
Tangerang Hawks tengah berjuang lolos ke playoff dengan berada diperingkat keenam. Mereka juga sempat membuat kejutan dengan mengalahkan finalis IBL tahun lalu yakni Satria Muda Pertamina Jakarta untuk pertama kali sejak mereka bergabung di liga profesional Indonesia pada tahun 2022.
Jarred Shaw pun berperan besar dalam kemenangan itu. Dia mencetak double-double, 28 poin, 12 rebound, ditambah empat assist. Namun, secara mengejutkan dia absen melawan Prawira Bandung, bahkan tidak didaftarkan pada roster pertandingan tersebut, sebelum akhirnya terjerat kasus narkoba.
Sementara itu, kasus yang didapat Jarred Shaw bukan hanya berdampak pada berakhirnya kerja sama dengan Tangerang Hawks. Pihak, liga (IBL) dan federasi (Perbasi) sudah sepakat untuk tak menolerir kasus hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang dan sepenuhnya menyerahkan kepada penegak hukum atas kasus yang terjadi.
Selain itu, IBL juga menegaskan bahwa bahwa setuap personil, baik pemain maupun ofisial yang terlibat konsumsi maupun kegiatan terkait akan berdampak pada karier selanjutnya di liga. Hal itu juga sesuai dengan standar kontrak para pemain dengan klub-klub IBL Pasal 8 tentang larangan-larangan.
"IBL bersama DPP PERBASI tegas akan melakukan black list, melarang mereka untuk bermain dan beraktifitas kembali di lingkungan IBL bagi yang terbukti melanggar hukum di Indonesia," ucap Junas Miradiarsyah, Direktur Utama IBL.
Menurut Junas, bola basket tidak akan memberi tempat bagi mereka yang melanggar hukum di Indonesia. Sanksi berat akan diberikan kepada siapapun yang melanggar hukum di Indonesia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
