
Pemain basket asing Tangerang Hawks, Jarred Shaw langsung diblacklist setelah ditangkap polisi terkait narkoba. (Dok: IBL)
JawaPos.com - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) dan Indonesia Basketball League (IBL) mengambil tindakan tegas terkait penangkapan pemain asing Tangerang Hawks, Jarred Shaw oleh polisi terkait narkoba. Pemain asal Amerika Serikat itu akan langsung masuk dalam daftar hitam alias diblacklist.
Jarred Shaw ditangkap oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (14/5). Dia diciduk setelah kedapatan menerima paket narkoba jenis Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol).
Paket narkoba yang diterima Jarred Shaw tersebut diperoleh dari Thailand. Kasus itu terungkap berkat kerja sama atau joint investigation antara pihak kepolisian dan pihak Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Paket itu berisikan 20 bungkus permen bertuliskan 'Vita Bite', yang ternyata mengandung narkotika golongan 1 jenis Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 132 buah atau dengan keseluruhan berat bruto 869 gram.
Budisatrio Djiwandono selaku Ketua Umum DPP Perbasi, menyatakan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi kepada pemakai narkoba di dunia bola basket Indonesia. Federasi juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berlaku ke pihak yang berwenang.
"Bahwa kita tidak memberikan toleransi kepada pemakai narkoba di dunia basket. Baik pemain, pengurus, petugas lapangan atau siapa saja yang terlibat penggunaan narkoba atau sejenisnya," tegas Budisatrio Djiwandono.
"DPP PERBASI menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum," lanjutnya dalam keterangan resmi federasi Rabu (14/5).
Jarred Shaw bukanlah pemain asing sembarangan di IBL. Sebelum memperkuat Tangerang Hawks musim ini, dia pernah memperkuat klub ternama seperti Prawira Bandung dan Satria Muda Pertamina Jakarta. Bahkan ia termasuk sosok penting dan krusial dari skuad Prawira Bandung saat menjuarai IBL 2023.
Namun dengan adanya kasus hukum yang dihadapi sekarang, maka Jarred Shaw kini sudah tak bisa berkarier lagi di Indonesia. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.
Junas menyatakan, sikap IBL sama seperti DPP Perbasi yang menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak yang berwenang, yaitu kepada penegak hukum.
Dia juga menyebut bahwa personil, baik pemain maupun ofisial yang terlibat konsumsi maupun kegiatan terkait akan berdampak pada karir selanjutnya di liga. Hal itu sesuai dengan standar kontrak para pemain dengan klub-klub IBL pasal 8 tentang larangan-larangan.
Baca Juga: Dua Pemain Lokal Tampil Solid, Bima Perkasa Jogja Belum Bisa Permalukan Hangtuah Jakarta di IBL 2025
"IBL bersama DPP PERBASI tegas akan melakukan blacklist, melarang mereka untuk bermain dan beraktifitas kembali di lingkungan IBL bagi yang terbukti melanggar hukum di Indonesia," ucap Junas Miradiarsyah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
