
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebanyak 50 pengguna rokok elektronik atau vaper di Bekasi dinyatakan negatif narkoba usai menjalani tes urine sukarela dalam kegiatan komunitas vape 'Halalbihalal Vapers with Therion DNA Indonesia'.
Aksi yang dilakukan baru-baru ini tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa vape legal tidak digunakan sebagai sarana penyalahgunaan zat terlarang sekaligus meluruskan stigma yang berkembang di masyarakat.
Kegiatan yang digelar komunitas Therion DNA Indonesia itu turut mendapat apresiasi dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi. Seluruh peserta yang diperiksa dinyatakan bebas dari berbagai golongan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Konselor Adiksi BNK Kabupaten Bekasi, Linda, mengatakan hasil tes menunjukkan tidak ada indikasi penggunaan NAPZA di kalangan peserta yang menggunakan produk vape legal.
“Berdasarkan tes urine yang telah kita lakukan kepada 50 member (konsumen vape legal), berdasarkan pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa golongan NAPZA, didapatkan hasil dari seluruh member yang sudah kita lakukan tes hasilnya negatif, dan tidak ditemukan tanda penggunaan NAPZA. Saya sangat antusias dan mengapresiasi. Mewakili dari BNK Kabupaten Bekasi, saya memberikan applause yang luar biasa untuk member vapers yang mendukung program pemerintah War on Drugs for Humanity,” ujar Linda, dikutip Rabu (20/5).
Langkah tersebut dinilai menjadi upaya penting untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan narkoba maupun produk ilegal yang dicampur zat berbahaya.
Baca Juga:Bareskrim Polri Dalami Dugaan TPPU Kasus Narkoba Eks Kasatnarkoba Polres Kutai Barat AKP Deky
Ketua Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (Gebrak), Garindra Kartasasmita juga menilai kegiatan serupa perlu diperluas ke berbagai daerah agar edukasi mengenai vape dan produk tembakau alternatif bisa lebih tepat sasaran.
“Sebanyak 50 orang dites urine dan semua hasilnya negatif. Hasil ini luar biasa dan semoga bisa dilakukan juga di daerah lain. Kita tidak boleh berhenti mengedukasi masyarakat mengenai produk tembakau alternatif. Informasi yang beredar harus benar, bahwa produk ini bukan narkoba,” kata Garindra.
Ia menambahkan, produk tembakau alternatif seperti vape, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin dinilai memiliki profil risiko lebih rendah dibanding rokok konvensional bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok.
Menurutnya, berbagai kajian ilmiah baik dari dalam maupun luar negeri telah menunjukkan adanya potensi pengurangan risiko dari produk-produk tersebut dibandingkan rokok biasa, meski penggunaannya tetap ditujukan khusus bagi konsumen dewasa.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
