
Pemain Bima Perkasa Jogja, Yeremia, ketika mencoba melewati para pemain Hangtuah Jakarta pada Minggu (13/4/2025). (Dok. BIMA PERKASA JOGJA)
JawaPos.com - Langkah Bima Perkasa Jogja kembali tergelincir di lanjutan kompetisi IBL Gopay 2025. Bertanding melawan Hangtuah Jakarta pada Minggu sore (13/4), skuad asuhan Coach O. Oleh harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor akhir 65-75.
Meski sempat memberikan perlawanan sengit selama tiga kuarter, BPJ kehilangan momentum di kuarter terakhir yang menjadi penentu hasil akhir laga.
Sejak bola pertama dilempar, pertandingan berjalan dalam tensi tinggi. Hangtuah langsung tampil agresif dan menekan sejak awal, hingga sukses mengamankan keunggulan 26-16 di kuarter pertama.
BPJ coba mengejar di kuarter kedua, namun ritme permainan Hangtuah tetap terjaga. Hingga babak pertama berakhir, Avin Kurniawan dan teman-teman belum mampu menyusul ketertinggalan.
Kuarter ketiga menjadi titik di mana semangat juang BPJ terlihat menyala. Mereka memperkecil margin, bahkan sempat menurunkan gap poin, namun belum cukup untuk membalikkan keadaan.
Masuk ke kuarter keempat, BPJ justru kehilangan pijakan. Pertahanan solid Hangtuah membuat setiap upaya serangan terbentur dan gagal total.
Namun, di balik hasil pahit ini, tetap ada sorotan positif dari performa individu para pemain Bima Perkasa Jogja.
Handri Satrya Santosa tampil konsisten di lapangan. Bermain selama 23 menit, ia mencetak 10 poin, 1 rebound, dan 3 assist. Keljin Deshawn Blevins juga kembali menunjukkan dominasinya di area paint. Ia membukukan 20 poin, 8 rebound, dan 3 assist.
Tak ketinggalan, Yeremia kembali membuktikan perannya sebagai pengatur tempo dan jantung permainan tim. Ia menjadi top scorer lokal dengan 12 poin, memimpin dalam distribusi bola lewat 4 assist, serta menyumbang 3 rebound.
Usai pertandingan, Coach Oleh menyampaikan apresiasinya terhadap usaha keras yang ditunjukkan oleh para pemain.
“Kami berterima kasih atas kerja keras para pemain. Handri dan Yeremia menjaga intensitas tinggi permainan sejak awal, dan Blevins selalu memberi angka untuk kami. Sayangnya, turnover dan second chance points dari lawan memberi mereka keunggulan terus menerus hingga kuartal akhir,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers.
Kekalahan ini sekaligus menutup pekan ke-10 dengan catatan minor bagi Bima Perkasa Jogja—dua laga, dua kekalahan. Sebelumnya, pada 10 April, BPJ juga takluk dari Dewa United dengan skor 65-102, yang menjadi pukulan besar dalam moral tim.
Kini, mereka harus segera berbenah jika ingin bangkit dan mengubah arah musim. Harapan masih terbuka lebar. Di pekan ke-12 nanti, Bima Perkasa akan bermain di hadapan publik sendiri.
Dua laga kandang menanti: menghadapi raksasa IBL, Satria Muda Pertamina pada 24 April, lalu bertemu Prawira Bandung pada 26 April. Dua laga besar, dua kesempatan emas untuk menebus kekalahan dan membuktikan bahwa semangat juang Bima Perkasa Jogja belum padam.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
