Tangkapan layar situs Koni.or.id yang diretas. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com — Situs resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab. Aksi peretasan ini mengakibatkan situs tersebut memuat promosi judi online yang meresahkan masyarakat.
Pantauan terbaru menunjukkan konten judi online tersebut masih aktif diakses hingga Minggu (28/1/2025). Hal ini tentu mencoreng reputasi Koni sebagai lembaga resmi yang seharusnya menjaga integritasnya.
Promosi yang tampil di situs Koni terletak pada bagian "wp-content" dengan folder bernama DS_Store yang terakhir update pada 28/1/2025 04.52 WIB. Tidak hanya itu, konten tersebut juga memuat dua halaman khusus berjudul provokatif untuk menarik pembaca.
Tangkapan layar data situs koni. (Dok. Jawa Pos)
Salah satu judul halaman tersebut adalah "Pola Terbaru RTP Terkuat" yang terdengar seperti panduan bermain judi. Halaman lainnya berjudul "Taktik Lama Masih Gachor: Pemain Lama di Subang Coba Main Lagi di Mahjong Wins 3 Saran dari IDNPP".
Tangkapan layar data situs koni. (Dok. Jawa Pos)
Publikasi semacam ini biasanya ditemukan di situs-situs ilegal, tetapi kali ini semakin marak muncul di situs pemerintah. Kondisi ini tentu membuat publik bertanya-tanya tentang tingkat keamanan situs Koni.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi peretasan ini pertama kali terpantau pada Selasa (28/1/2025) pukul 21.20 WIB. Pada saat itu, konten perjudian ini sudah terlihat jelas di halaman tersebut.
Peretasan situs resmi seperti ini menunjukkan lemahnya sistem keamanan digital pada lembaga pemerintah. Padahal, situs Koni seharusnya menjadi platform yang terpercaya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Tangkapan layar data situs koni. (Dok. Jawa Pos)
Masalah ini tidak hanya merugikan citra Koni, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Terlebih lagi, promosi judi online dapat berdampak buruk bagi generasi muda.
Masyarakat yang mengakses situs tersebut mungkin tidak sadar mereka diarahkan ke konten perjudian. Ini menunjukkan bagaimana pelaku peretasan memanfaatkan kelengahan untuk menyebarkan konten ilegal.
Situs resmi pemerintah sering menjadi sasaran empuk bagi peretas karena dianggap memiliki kredibilitas tinggi. Dengan demikian, promosi yang disisipkan di situs seperti ini lebih mudah dipercaya oleh pengguna.
Penting bagi Koni untuk segera membersihkan situsnya dari konten judi online tersebut. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini akan semakin menurun.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
