Momen Jonatan Christie dan Mulyo Handoyo pada babak pertama Malaysia Open 2025 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (8/1). (DOK. PBSI)
JawaPos.com - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berharap dapat dibantu oleh pelatih barunya, Mulyo Handoyo, untuk terus berprestasi di dunia bulu tangkis.
Mulyo Handoyo dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih banyak mengukir sejarah. Dia adalah mantan pelatih tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat.
Salah satu momen terbesar Mulyo saat melatih Taufik Hidayat adalah membawa anak asuhnya itu meraih medali emas Olimpiade Athena 2004. Tak lama setelah itu, Taufik juga diantarkan dalam kemenangan menjadi Juara Dunia pada 2005.
Namun, bukan hanya Taufik yang merasakan tangan dingin Mulyo. Ada sejumlah tunggal putra luar negeri yang turut dibantunya.
Pada 2017, Mulyo sukses mengangkat prestasi Kidambi Srikanth dari India dengan menjuarai empat turnamen BWF Super Series. Srikanth juga dibantu untuk meraih peringkat nomor satu dunia tunggal putra pada 2018.
Tak hanya Srikanth, Mulyo juga berperan penting dalam prestasi dua pebulu tangkis India lainnya, yakni H.S. Prannoy dan Sai Praneeth. Prannoy meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2019, sementara Sai Praneeth menyusul dengan prestasi serupa pada 2023.
Keberhasilan Mulyo tidak hanya terasa di India. Ketika melatih tunggal putra Singapura, Mulyo mengantarkan Loh Kean Yew meraih gelar juara dunia pada 2021.
Mulyo Handoyo terbukti mampu memberikan dampak besar di berbagai negara dan selalu menghasilkan atlet-atlet bulu tangkis yang berprestasi. Kini, Mulyo kembali ke Indonesia dan berperan sebagai pelatih di Pelatnas Cipayung.
Pada Kepengurusan PBSI era Fadil Imran, Mulyo ditunjuk sebagai Kepala Pelatih. Dia juga harus rangkap jabatan sebagai pelatih tunggal putra sekaligus.
Mulyo akan berfokus untuk membantu mengangkat prestasi Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan para pemain-pemain lainnya di nomor tunggal putra.
Malaysia Open 2025 menjadi kesempatan bagi Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting untuk berprestasi di awal tahun. Sayangnya, Jonatan harus pulang lebih dulu lantaran kalah di babak pertama.
Jonatan kalah dari Toma Junior Popov (Prancis) dengan skor 8-21, 21-14, 24-26. pada Rabu (8/1) di Axiata Arena, Kuala Lumpur.
Selepas pertandingan, Jonatan memberikan apresiasi terhadap kerja Mulyo Handoyo sejauh ini. Pemain peringkat ketiga dunia BWF itu berharap dapat dibantu berprestasi oleh Mulyo.
“Mulyo memiliki banyak pengalaman dalam melatih pemain hebat dan mencetak juara. Saya berharap bisa menjadi salah satu juara di bawah bimbingannya,” ungkap Jonatan, dikutip dari New Straits Times.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
