
Viktor Axelsen tersingkit cepat di Malaysia Open 2025. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, tersisih lebih cepat di Malaysia Open 2025. Tentu hal ini menjadi keuntungan bagi perwakilan Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, untuk melesat pada turnamen kategori BWF World Tour Super 1000 itu.
Viktor Axelsen memang dikenal sebagai tunggal putra paling dominan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, dia adalah peraih medali emas Olimpiade dua kali di tunggal putra.
Sosok yang menyingkirkan pebulu tangkis berusia 31 tahun itu adalah pemain asal Hongkong, Lee Cheuk Yiu. Pertandingan selesai hanya dengan dua gim saja.
Pada laga yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (7/1), Axelsen ditundukkan Lee, yang menempati peringkat ke-21 dunia, dengan skor 17-21 dan 13-21.
Kekecewaan dirasakan pebulu tangkis peringkat keempat dunia BWF itu setelah gagal tampil maksimal di Malaysia Open 2025.
Apalagi Axelsen baru saja mencatat sejarah dengan meraih penghargaan Denmark’s Athlete of the Year untuk ketiga kalinya pada tahun ini.
Selepas pertandingan, Axelsen mengakui bahwa kondisi fisiknya masih belum pulih sepenuhnya. Cedera kaki yang dialaminya sejak China Masters pada November lalu ternyata berdampak besar.
Setelah absen di World Tour Finals di Hangzhou bulan lalu, waktu istirahat yang dijalani Axelsen tampaknya belum cukup untuk memulihkan performa terbaiknya.
Juara Malaysia Open dua tahun berturut-turut pada 2022 dan 2023 itu sudah berjuang keras. Namun, keterbatasan fisik membuatnya kesulitan menghadapi tekanan tinggi dalam turnamen kategori BWF World Tour Super 1000 itu.
“Saya rasa kondisi fisik saya saat ini kurang baik dan saya perlu memulihkannya. Sayangnya, saya belum bisa berlatih sebelum turnamen,” ungkap Axelsen, dikutip dari New Straits Times.
“Saya merasa dalam kondisi bagus setelah saya kembali dari liburan (di Maldives), tetapi cedera itu datang lagi selama latihan.”
“Di samping itu, saya tidak ingin mengambil pujian dari Cheuk Yiu yang bermain sangat hebat,” tambahnya lagi.
Axelsen kini dihadapkan pada tantangan untuk kembali memulihkan kondisi fisiknya sepenuhnya.
Sang juara Olimpiade itu berharap dapat kembali lebih kuat untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya di musim ini.
Keluarnya Axelsen sebagai kandidat juara akan membuka jalan bagi peringkat kesatu dunia asal Tiongkok, Shi Yu Qi, yang sukses mengalahkan Kenta Nishimoto dari Jepang dengan skor 21-16, 20-22, 21-16.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
