
Lando Norris. (Motorsport)
JawaPos.com - Formula 1 tiap musimnya kehadiran pembalap-pembalap bertalenta yang nantinya akan menjadi juara dunia.
Beberapa di antaranya adalah Michael Schumacher pada musim 1991, Fernando Alonso musim 2001, Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel musim 2007 hingga Max Verstappen di musim 2015.
Ada kalanya mereka juara dunia setahun setelah musim debut seperti Lewis Hamilton atau bahkan harus menunggu enam musim seperti Max Verstappen yang juara dunia pada musim 2021.
Lando Norris merupakan rookie di musim debutnya pada 2019. Norris merupakan pembalap bertalenta milik McLaren. Meski belum merasakan juara dunia pembalap, pria asal Inggris tersebut memiliki perkembangan yang sangat signifikan tiap musimnya.
Musim 2024 merupakan musim terbaiknya, karena ia bisa menjadi penantang Max Verstappen untuk meraih gelar juara dunia pembalap.
Walau pada akhirnya tidak meraih gelar juara dunia pembalap, ia bersama McLaren setidaknya berhasil menjuarai konstruktor dengan selisih 14 poin dengan Ferrari yang berada di peringkat ke-2.
Berikut merupakan perjalanan karier Lando Norris dari rookie hingga menjadi penantang gelar juara bersama McLaren.
Lando Norris melakukan musim debutnya di musim 2019 bersama McLaren F1 Team. Carlos Sainz merupakan rekan tim pertamanya di Formula 1.
Musim debutnya berjalan biasa saja, hasil terbaik diraihnya saat balapan di Bahrain dan Austria Norris menyelesaikan balapan di posisi ke-6.
Posisi saat mulai balapan terbaiknya di posisi ke-5 saat melakoni GP Perancis. Ia memiliki keunggulan saat kualifikasi sebelas banding sepuluh milik Carlos Sainz.
Musim 2019 ia akhiri di posisi ke-11 di klasemen pembalap dengan 21 balapan, 49 poin, 4 kali DNF, dan tanpa pernah meraih podium dan kemenangan.
Musim keduanya di Formula 1, Lando Norris masih bersama Carlos Sainz untuk bekerja sama di McLaren F1 Team.
Pada musim keduanya, Lando memiliki peningkatan dengan sekali merasakan podium. Podium pertamanya ini diraih saat GP Austria di posisi ke-3. Start terbaiknya terjadi saat GP Styria yang ia mulai di posisi ke-4.
Musim 2020 diakhiri di posisi ke-9 naik dua peringkat dari musim debutnya. Balapan 17 kali, 97 poin, satu kali DNF di Eifel GP, satu kali meraih podium dan belum meraih kemenangan merupakan statistiknya di musim 2020.
Perubahan terjadi di musim 2021, Sainz yang pindah ke Ferrari digantikan oleh Ricciardo yang merupakan pembalap pindahan dari Renault F1 Team.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
