Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Oktober 2023 | 20.34 WIB

Bulu Tangkis Asian Games: Butuh Evaluasi Besar, Lebih Merangkul Klub, dan Wacana Munaslub

Gregoria Mariska Tunjung Rionny Mainaky - Image

Gregoria Mariska Tunjung Rionny Mainaky

JawaPos.com - Tim bulu tangkis Indonesia gagal mencapai target di ajang Asian Games 2022 yang berlangsung di Hangzhou, Tiongkok pada 28 September-7 Oktober 2023. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia pulang tanpa medali dari ajang multi event terbesar se-Asia itu.

Kabidbinpres PP PBSI Rionny Mainaky menyatakan kegagalan merupakan tanggung jawabnya. Karenanya, dia meminta maaf kepada seluruh pihak. Terutama bagi pecinta badminton, Kemenpora, dan NOC Indonesia.

Lantas, apa permasalahan utama yang membuat tim tak mampu meraih medali? Perihal ini, adik Richard Mainaky itu menyebutkan akan menyampaikan evaluasi dan kendala yang dihadapi tim secara lebih utuh saat tiba di Jakarta dan menggelar rapat.

Rionny tak menampik bahwa banyak sisi yang harus segera dibenahi dan menjadikan ini sebagai PR tim kepelatihan. "Kami semua sadar kami belum berhasil jadi kami sepakat untuk memperbaiki dan bangkit bersama-sama," ungkapnya.

Rionny berpesan kepada anak-anak asuhnya untuk tidak berlarut dalam kesedihan. Karena tur Eropa sudah di depan mata. Seperti Denmark Open dan French Open. "Semoga hasilnya bisa lebih baik," tutup Rionny.

Mantan ketua PBSI Banten Ari Wibowo menuturkan, ada baiknya pengurus pusat yang ada saat ini berbicara dengan semua stakeholder badminton Indonesia. Terutama klub-klub seperti PB Djarum. "Walau bagaimanapun Djarum cukup pengalaman dalam pengelolaan bulutangkis di Indonesia," sebutnya kepada Jawa Pos.

Saat ini, terkesan PBSI lebih kental dengan satu klub. Yaitu PB Exist yang notabene klub dari Alex Tirta selaku Ketua Harian PBSI. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pelatih pelatnas yang berasal dari Exist. Yaitu sebanyak sembilan pelatih.

PB Djarum sendiri hanya menyisahkan dua pelatih. Yakni Aryono Miranat sebagai pelatih ganda putra utama dan David Y. Pohan sebagai pelatih ganda putra pratama.

Kegagalan yang ada juga membuat badminton lovers mendesak dilakukannya perombakan dalam tubuh PP PBSI. Salah satunya dengan musyawarah olahraga nasional luar biasa (munaslub).

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Jawa Tengah (Jateng) Basri Yusuf menuturkan, netizen yang banyak bersuara dan meminta munaslub sah-sah saja. "Ya tinggal sikap Pengprov-pengprov sejauh mana," ujarnya.

Lantas, bagaimana suara dari Pengurus Provinsi (Pengprov)? "Saya nggak tahu ya di dalam kepengurusan itu sendiri. Dari teman-teman Pengprov belum ada info apa-apa. Sikap Jateng sendiri sih menunggu saja dari teman-teman pengprov bagaimana baiknya saja," ucapnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore