
Photo
JawaPos.com-Harapan pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie (tunggal putra) dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (FajRi) untuk back-to-back juara di turnamen Korea Open kandas. Sebelumnya, mereka berhasil merajai ajang Swiss Open.
Kegagalan itu terjadi pada partai final di Palma Indoor Stadium, Suncheon, kemarin (10/4). Jojo –sapaan akrab Jonatan– takluk pada pebulu tangkis Tiongkok, Weng Hongyang, dengan rubber game 21-12, 19-21, 15-21.
Sedangkan FajRi harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae juga dengan rubber game 21-19, 15-21, 18-21.
Ya, kekalahan tersebut begitu menyesakkan bagi keduanya. Sebab, mereka sama-sama susah leading terlebih dahulu. Apalagi bagi Jojo. Di game kedua, dia sudah unggul 19-16. Tapi, petaka akhirnya datang saat Weng mampu mendapat lima poin beruntun dan merebut game tersebut.
’’Di game ini sudah unggul 19-16 dan ada beberapa kali bolanya tanggung. Saya coba mematikan, tapi dia masih bisa menahan. Saya rasa lawan bagus dan cukup siap di momen seperti itu,’’ kata Jojo pasca pertandingan dikutip dari siaran pers PP PBSI.
Di game penentuan angin berbalik, Weng bermain semakin percaya diri, sedangkan Jojo malah melakukan banyak kesalahan sendiri. Juara Asian Games 2018 itu mengakui bahwa usaha lawan yang tidak mau kalah sangat kuat di poin-poin krusial. Sementara itu, dia tidak bisa menerapkan strategi dengan baik.
’’Ada faktor keberuntungan, tapi usaha dia memang maksimal dan tidak mau kalah. Di game ketiga, dia lebih enjoy dan percaya diri setelah bisa lepas dari tekanan,’’ ucap Jojo.
Selain itu, pemain binaan PB Tangkas tersebut mengatakan bahwa kondisinya masih lelah. ’’Tapi itu bukan alasan, semua pemain juga merasakan. Hari ini (kemarin) saya kurang bisa menerapkan strategi dengan baik di poin-poin krusial,’’ ungkap Jojo.
Dengan hasil tersebut, Jojo mengulang torehannya di Korea Terbuka 2017. Saat itu, Jojo juga keluar sebagai runner-up setelah dikalahkan rekan senegara Anthony Sinisuka Ginting di final.
Jojo tak memungkiri bahwa dirinya menyesal dengan kekalahan di final. Harapannya untuk bisa menjuarai Super 500 perdananya kembali kandas.
’’Belum percaya sebenarnya, tapi semua sudah terjadi. Tapi, kembali lagi Tuhan yang memberi dan Tuhan juga yang mengambil. Jadi, saya tetap bersyukur dengan hasil ini,’’ katanya.
Fajar juga mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal juara. ’’Kami kecewa dengan hasilnya, bukan yang diharapkan, tapi ke depan bagaimana kami bangkit,’’ ujar Fajar.
Stamina dan ketenangan diungkapkan Fajar/Rian adalah faktor yang harus mereka perbaiki lagi ke depan. ’’Kami akan terus memperbaiki apa yang kurang dan pastinya semangat terus. Terutama di stamina, fisik, dan ketenangan,’’ ungkap Fajar.
Rian menambahkan, pada pertandingan kemarin mereka kalah di antisipasi bola depan. Dengan begitu, hal tersebut menjadi poin evaluasi jika kembali bertemu Kang/Seo.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
