
TERCEPAT: Maverick Vinales dengan tunggangannya melesat di lintasan kering Red Bull Ring, Spielberg kemarin. JOE KLAMAR/AFP PHOTO
JawaPos.com-Pembalap Repsol Honda Marc Marquez menyelesaikan GP Amerika Serikat (AS) di Circuit of the Americas (COTA) dengan sempurna.
Dia meraih kemenangan ketujuh sepanjang karier di sirkuit tersebut. Hasil itu membuatnya makin menahbiskan diri sebagai raja COTA alias King of COTA.
Tidak ada pembalap lain dalam sejarah grand prix yang mampu memenangi balapan di sirkuit tersebut sebanyak itu. Pesaing terdekatnya adalah Alex Rins. Namun, pembalap Suzuki Ecstar itu masih terpaut jauh. Dia baru menang tiga kali di sirkuit tersebut.
’’Ini balapan yang sempurna,’’ ucap Marquez dilansir Motorsport. ’’Rencanaku adalah memimpin sejak awal. Setelah itu, aku berusaha keras untuk menjaga keunggulan,’’ tambahnya.
Dan, Marquez mengeksekusi rencananya itu dengan baik. Start dari posisi ketiga, pembalap 28 tahun tersebut sudah mengambil alih pimpinan lomba di tikungan pertama. Setelah start, dia melakukan overtaking terhadap Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo yang start dari posisi 1-2.
Setelah itu, dia terus mampu menjaga jarak dari lawan-lawannya. Saat menyentuh finis, Marquez sudah unggul dominan. Dia membelakangi Quartararo yang meraih podium kedua dengan jarak 4,679 detik.
’’Aku sempat sulit menjaga fokus. Terutama di tiga lap terakhir. Lintasan yang bergelombang membuatku harus sedikit melambat. Motorku jadi bergetar hebat. Aku sendiri tak tahu apa yang terjadi,’’ ucap Marquez.
Marquez datang ke GP AS dengan sadar bahwa balapan tersebut menjadi kesempatan terbesarnya untuk meraih kemenangan terakhir musim ini. Setelah GP AS, MotoGP menyisakan tiga balapan.
Ketiganya adalah balapan di Misano pada GP Emilia Romagna (24/10), Portimao untuk GP Argerve (7/11), dan balapan penutup GP Valencia (14/11).
Dengan baru pulih dari cedera lengan kanan awal musim ini, Marquez sejauh ini baru meraih dua kemenangan. Satu-satunya kemenangan lain yang dia raih musim ini adalah kemenangan di GP Jerman.
’’Aku memburu kemenangan ini karena merasa ini adalah sirkuit terakhir dengan kondisi terbaik yang bisa aku menangi musim ini. Setelah ini, fokus utamaku adalah menjadi lebih kuat dan lebih konsisten. Mari kita lihat apa yang bisa aku lakukan di tiga balapan terakhir,’’ ucapnya.
Podium kedua yang diraih Quartararo membuat pembalap Monster Energy Yamaha itu makin dominan di puncak klasemen. Dia kini memimpin 52 poin atas rival terdekatnya, Bagnaia. Pembalap Ducati itu kemarin finis di posisi ketiga.
Quartararo kini memimpin dengan 254 poin. Bagnaia membuntuti dengan 202 poin. Dengan tiga balapan tersisa, Quartararo punya kesempatan pertama untuk mengunci gelar juara dunia di balapan selanjutnya. Yakni, di Misano (24/10).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
