Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Februari 2020 | 18.52 WIB

Si Kuda Hitam Mencoba Untuk Mematahkan Rekor Fantastis Sang Raja

Austria - Image

Austria

JawaPos.com – Dominic Thiem memastikan diri menantang juara bertahan Novak Djokovic pada final tunggal putra Australia Terbuka di Rod Laver Arena besok (2/2).

Petenis Austria itu kemarin mengempaskan Alexander Zverev 3-6, 6-4, 7-6(3), 7-6(4) di semifinal. Thiem sadar betul, dirinya bukan unggulan pada partai puncak ini.

’’Aku tahu dia raja Australia (Terbuka). Tapi, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menang,’’ ucapnya dalam wawancara seusai pertandingan semifinal.

Petenis 26 tahun itu melanjutkan, seandainya kalah di final besok, dia berjanji akan menerimanya dengan senang hati. ’’Karena aku percaya dengan proses,’’ tambah unggulan kelima tersebut.

Ini akan menjadi final pertama Thiem di Australia Terbuka. Menembus final sekaligus membuktikan bahwa sang Kuda Hitam juga layak diperhitungkan saat tampil di lapangan keras. Sebelumnya, Thiem terkenal sebagai spesialis lapangan tanah liat. Sudah dua kali dia menjadi finalis Prancis Terbuka, yakni edisi 2018 dan 2019.

Djokovic juga menyadari perkembangan pesat calon lawannya tersebut di lapangan keras sejak menjadi juara Indian Wells tahun lalu. Saat itu dia menumbangkan Roger Federer di final.

Selain menjadi kampiun di Indian Wells, Thiem merebut dua trofi lapangan keras lain. Yakni, dari Vienna Open dan Tiongkok Terbuka tahun lalu. ’’Jelas, dia (Thiem) adalah salah satu yang terbaik di lapangan keras saat ini,’’ ucapnya dilansir AFP.

Djokovic memang masih unggul head-to-head atas Thiem dengan rekor 6-4. Namun, dalam dua pertemuan terakhir, pengumpul 16 gelar grand slam itu selalu tumbang di tangan Thiem. Salah satunya di lapangan keras pada babak round robin ATP Final November lalu.

Namun, Djokovic punya rekor megah di Australia Terbuka. Yakni, selalu menjadi juara setiap berhasil menembus partai final. Rekornya kini 7-0. Itu dia lakukan pada edisi 2008, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2019. Terbanyak dalam sejarah.

Dari tunggal putri, sore nanti Melbourne Park bakal lebih dulu menggelar laga final Garbine Muguruza versus Sofia Kenin. Duel akan berlangsung pukul 18.30 waktu setempat atau 14.30 WIB.

Kenin yang masih berusia 21 tahun datang ke partai puncak sebagai finalis termuda tunggal putri dalam 12 tahun terakhir. Atau tepatnya sejak Maria Sharapova pada 2008. Saat itu Sharapova sukses mengangkat trofi setelah menaklukkan Ana Ivanovic di final.

’’Final grand slam adalah mimpi yang menjadi nyata untukku. Aku selalu percaya bisa mencapainya. Dan kini benar-benar terwujud,’’ ucap Kenin yang seusai kejuaraan ini akan menembus ranking sepuluh besar dunia.

Kenin harus berjuang keras untuk meraih gelar grand slam pertamanya. Sebab, Muguruza sudah menunjukkan ketajamannya sejak babak pertama. Petenis 26 tahun tersebut tercatat selalu mampu melakukan setidaknya empat kali break di setiap laga sejak babak pertama.

Kedua finalis tunggal putri Australia Terbuka 2020 belum pernah menembus babak puncak sebelumnya

SOFIA KENIN

2018

Babak pertama (128 besar)

2019

Babak kedua (64 besar)

GARBINE MUGURUZA

2013

Babak kedua (64 besar)

2014

Babak keempat (16 besar)

2015

Babak keempat (16 besar)

2016

Babak ketiga (32 besar)

2017

Babak perempat final

2018

Babak kedua (64 besar)

2019

Babak keempat (16 besar

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore