
SAN ANTONIO, TX - DECEMBER 21: Kawhi Leonard #2 of the LA Clippers drives to the basket during the game against the San Antonio Spurs on December 21, 2019 at the AT&T Center in San Antonio, Texas. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees t
JawaPos.com – Sejak hengkang dari San Antonio Spurs pada akhir musim 2018, Kawhi Leonard sudah lima kali bertanding melawan mantan timnya tersebut. Bersama tim barunya, dia mencatatkan tiga kali menang dan dua kali kalah. Namun, kemenangan ketiga kemarin terasa lebih spesial bagi pemain 28 tahun tersebut.
Why?
Kemenangan telak 134-109 adalah victory perdana Kawhi saat berkunjung lagi ke AT&T Center, markas Spurs. Dua kunjungan sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan. Kekalahan pertama terjadi saat dia berkostum Toronto Raptors musim lalu. Di venue yang pernah delapan musim menjadi rumahnya itu (2011–2018), Kawhi kalah 107-125. Saat itu dia menjadi donatur poin utama Raptors dengan membukukan 21 angka.
Visit keduanya ke AT&T Center terjadi 30 November lalu. Kawhi sudah bersama timnya saat ini, Los Angeles Clippers. Tetapi, dia lagi-lagi kalah. Clippers takluk 97-107. Nah, baru pada kunjungan ketiga kemarin Leonard bisa mengalahkan sang mantan di AT&T Center.
Seperti dalam dua kunjungan sebelumnya, ribuan fans Spurs masih meneriakan’’booo’’ setiap dia membawa bola. Bahkan, itu terjadi sejak perkenalan pemain sebelum tip off. Saat nama Kawhi disebut, fans Spurs spontan berteriak, ’’Huuu!’’
Tetapi, Kawhi menjawab semua itu dengan aksi dingin di lapangan. Total NBA Defensive Player of the Year 2015 dan 2016 itu mengemas 26 poin. Tertinggi jika dibandingkan dengan pemain Clippers yang lain. Dia menambahi dengan 9 assist dan 7 rebound.
Yang membuatnya makin dibenci fans Spurs, Kawhi menyumbang lima di antara total 20 dunk yang dibuat Clippers ke ring Spurs. Jumlah dunk Clippers tercatat sebagai rekor dunk terbanyak dalam satu laga sejak statistik play-by-play diperkenalkan di NBA mulai musim 1996–1997.
Catatan rekor sebelumnya adalah Los Angeles Lakers yang membuat 18 dunk pada 1998.
’’Aku hanya berhasil mendapat posisi yang baik saat transisi. Terutama di paint area untuk nge-dunk,’’ ucap Kawhi sebagaimana dilansir ESPN.
Total, Clippers mendulang 26 poin dari transisi. Selain itu, 76 angka di antaranya mereka raih dari penguasaan di paint area. Sementara itu, 36 angka yang lain didapat Clippers dari 18 kali turnover Spurs.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
