
Head Coach Sasana Lindu Aji Semarang, Muhammad Slamet bersama dua atlet andalannya yang menyabet perunggu dan perak dalam turnamen The World Junior Wushu Championships.
JawaPos.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Indonesia. Kali ini, dua anak muda asal Semarang berhasil menyumbangkan sepasang medali pada turnamen The World Junior Wushu Championships di Brasilia, Brasil, pada pertengahan Juli 2018 lalu.
Dua atlet wushu itu adalah Thairisa Dea Florentina dan Laka Anak Sasongko dari Sasana Lindu Aji. Masing-masing sukses menyabet medali perak dan perunggu usai berhasil menumbangkan peserta dari negara lain.
Bagi Dea, prestasinya menggondol perak kali ini jadi kebanggaan tersendiri. "Bangga sekali. Saya akan menempa diri terus-menerus," imbuh siswa SMAN 14 Semarang itu saat dijumpai di Sasana Lindu Aji, Jalan Supriyadi, Kota Semarang, Rabu (25/7).
Dara kelahiran 17 tahun silam itu mengaku senang potensinya olah bela diri selama dilatih oleh Lindu Aji menuai kontribusi positif. Tak hanya bagi dirinya maupun sasananya, tapi juga timnas wushu Indonesia. Hal senada juga diungkap Sasongko.
Siswa SMAN 2 Ungaran itu mengaku apa yang diraihnya adalah hasil dari berlatih keras selama ini. Dan untuk diketahui, Ajang The World Junior Wushu Championships sendiri merupakan kontes bergengsi yang bernaung dibawah International Wushu Federation.
"Saya sudah beberapa kali ikut ajang kompetisi WWC dan ternyata sekarang senang bisa dapat juara ketiga," kata Laka.
Sementara, Head Coach Sasana Lindu Aji Semarang, Muhammad Slamet turut mengakui kehebatan kedua muridnya. Bahkan, dikatakannya, bahwa Sasongko naik ke podium juara usai menumbangkan atlet-atlet dari negara unggulan.
"Sasongko yang main di kelas 56 kilogram mampu menumbangkan atlet-atlet andalan Amerika Serikat dan Ceko di perempat final. Padahal atlet yang bertarung di kelas tersebut berasal dari 25 negara," tutur Slamet.
Slamet mengungkap, sasananya juga memiliki dua atlet wushu yang akan berlaga pada Asian Games 18 di Jakarta-Palembang-Jabar, Agustus nanti. Yakni, Pujariaya di kelas 70 kilogram dan Yusuf Idianto kelas 56 kilogram. "Mereka sekarang masih menempa skill terbaiknya di pusat pelatihan yang ada di Xian, China," paparnya lagi.
Slamet sendiri merasa optimistis bahwa mental keduanya nanti bakal mampu mengimbangi pesaing-pesaingnya. Ia dan rombongan sasananya akan bertolak ke venue Asian Games pada 26 Agustus menyemangati para anak didiknya.
"Kami harap dapat prestasi lebih baik lagi. Sasana kita akan berikan kontribusi bagi Jawa Tengah dan tim nasional Indonesia," cetusnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
