Pecco Bagnaia (Instagram @pecco63)
JawaPos.com - Pecco Bagnaia anti klimaks. Setelah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan meraih kemenangan di Sirkuit Motegi pekan lalu (28/9), pembalap tim Ducati Lenovo itu justru finis buncit saat sprint di Sirkuit Mandalika kemarin (4/10).
Bagnaia finis di posisi 14 dari 19 pembalap. Tapi, lima pembalap yang berada di bawah Pecco seluruhnya gagal finis. Sepanjang balapan, juara dunia MotoGP dua kali itu seakan tak memberikan perlawanan. Dia tertinggal 13 detik dari Alex Rins (Yamaha) yang ada di posisi 13.
“Tahun lalu lebih baik, Ducati mendominasi akhir pekan, sedangkan sekarang saya kesulitan dan rasanya seperti kembali ke GP Misano, saya punya masalah yang sama, bukan perasaan seperti di Motegi (saat menang),” tutur Pecco pada Jumat (3/10) dikutip dari GPOne.
Ya, hasil itu cukup mengherankan. Padahal, secercah harapan sempat muncul setelah Bagnaia dikabarkan mencoba motor milik Franco Morbidelli saat tes di Misano (15/9). Itu disebut-sebut jadi salah satu alasan mengapa Bagnaia bisa menunjukkan performa apik di Motegi.
“Ducati meminta kami (meminjamkan motor) dan kami memberikan semua sarana dan dukungan dengan cara terbaik. Itu bukan masalah besar,” kata Morbidelli mengkonfirmasi bahwa Pecco sempat meminjam Ducati GP24 yang dia kendarai dua pekan lalu.
Pecco sebelumnya memang disebut-sebut lebih nyaman mengendarai motor musim lalu (GP24) ketimbang GP25.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022