Lewis Hamilton. (Instagram @lewishamilton)
JawaPos.com – Lewis Hamilton mengkritik keputusan pengawas balapan yang dinilai terlalu berhati-hati dalam mengelola Grand Prix Belgia.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (28/7), Hamilton mengungkapkan bahwa penundaan start selama lebih dari satu jam akibat hujan lebat merupakan reaksi berlebihan terhadap insiden yang terjadi di Silverstone sebelumnya.
Pada GP Belgia, mobil-mobil hanya menjalani beberapa putaran di belakang safety car sebelum balapan dimulai dengan rolling start.
Baca Juga: Lewis Hamilton Frustrasi Usai Tersingkir di SQ1 F1 Belgia Akibat Putaran di Tikungan Akhir
Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi lintasan sebenarnya cukup aman untuk melakukan start dari posisi berdiri.
Hamilton menilai FIA terlalu konservatif dalam pengambilan keputusan, meskipun sebagian besar pembalap telah menyatakan kesiapan untuk balapan. Hamilton merasa bahwa suhu dan kondisi lintasan saat itu sudah memungkinkan untuk memulai secara normal.
Pembalap Ferrari itu juga menyatakan bahwa sistem drainase sirkuit Spa-Francorchamps telah bekerja optimal dalam mengeringkan lintasan.
Ini terbukti dari fakta bahwa para pembalap mulai mengganti ban ke tipe intermediate sejak lap ke-11 dari total 44 putaran.
Setelah itu, balapan berjalan cukup lancar tanpa gangguan berarti di lintasan yang biasanya dikenal penuh aksi.
Hamilton menuding insiden di GP Silverstone sebagai pemicu sikap hati-hati berlebihan dari pengawas balapan. Ia merujuk pada kecelakaan yang melibatkan Isack Hadjar dan Kimi Antonelli saat safety car keluar di tengah kondisi visibilitas buruk.
Menurutnya, insiden itu membuat pengawas terlalu fokus pada aspek jarak pandang, meskipun situasi di Spa tidak separah Silverstone.
Hamilton juga turut menambahkan bahwa para pembalap sebelumnya memang sempat menyarankan agar balapan tidak dilanjutkan saat jarak pandang minim.
Namun, menurutnya, pengawas balapan perlu lebih fleksibel dan objektif dalam menilai kondisi tiap balapan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
