Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 02.41 WIB

Lewis Hamilton Frustrasi dengan Strategi Ferrari, Dinilai Kalah dalam Kecepatan Murni di Silverstone F1 2025

Lewis Hamilton. (Instagram @lewishamilton) - Image

Lewis Hamilton. (Instagram @lewishamilton)

JawaPos.com – Lewis Hamilton kembali meluapkan ketidakpuasan terhadap strategi timnya, kali ini di Grand Prix Inggris 2025.

Dilansir dari laman Crash pada Sabtu (12/7), Pembalap Ferrari itu harus puas finis di posisi keempat, kalah dari Nico Hulkenberg dan rekan-rekannya di papan atas.

Hamilton mengaku strategi pit stop untuk mengganti ke ban slick saat lomba masih berlangsung terlalu berisiko.

Sebelumnya, Hamilton juga mengadakan pembicaraan pasca-balapan dengan tim Ferrari terkait strategi di Austria.

Ketidakcocokan antara gaya balapnya dan karakter mobil Ferrari menjadi sorotan utama dalam evaluasi tim.

Komentar dari Naomi Schiff menyebut bahwa Lewis terlalu terpengaruh oleh performa luar biasa pembalap lain seperti Hulkenberg dan Lance Stroll.

Schiff juga menekankan bahwa strategi Hamilton sebenarnya mirip dengan apa yang dilakukan Lando Norris, Oscar Piastri, dan Max Verstappen.

Namun, Hamilton tetap tertinggal karena masalah pada kecepatan murni mobilnya. “Dia tidak cocok dengan mobilnya,” ujar Schiff seperti dikutip pada Crash.

Meski demikian, Hamilton mampu mengalahkan rekan setimnya Charles Leclerc, yang finis di posisi ke-14 setelah mengalami balapan yang mengecewakan.

Jenson Button memberikan pujian atas performa Hamilton, terutama saat melakukan manuver epik menyalip dua mobil sekaligus di Tikungan 3. Button menyebut momen itu sebagai salah satu aksi terbaik akhir pekan.

Hasil di Silverstone menyamai pencapaian terbaik Hamilton musim ini bersama Ferrari. Ia sebelumnya juga finis di posisi keempat pada beberapa seri lain.

Meskipun belum membuahkan kemenangan, Hamilton tetap menunjukkan semangat bertarung yang tinggi dalam setiap balapan.

Hamilton menyatakan bahwa pengalaman di Silverstone memberikan banyak pelajaran tentang kelemahan mobil Ferrari.

Hamilton juga mengaku sudah memberikan masukan penting untuk pengembangan mobil musim 2026. Surat kabar Italia mendesak tim untuk mendengarkan saran Hamilton demi mempercepat kemajuan performa.

Ferrari terakhir kali memenangkan gelar juara dunia pembalap pada 2007 bersama Kimi Raikkonen.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore