Kesempatan bagi perwakilan Indonesia untuk berjaya pada India Open 2025 terbuka dengan lebar. Keuntungan berada di Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (DOK. PBSI)
JawaPos.com - Kesempatan bagi perwakilan Indonesia untuk berjaya pada India Open 2025 terbuka dengan lebar. Keuntungan berada di Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
India Open 2025 sudah berjalan selama dua hari yang memasuki fase babak kesatu. Pesaingan ketat bahkan sudah mulai terlihat di awal-awal turnamen.
Salah satu yang terlihat ketatnya turnamen dari nomor tunggal putra. Kunlavut Vitidsarn yang bermain untuk Thailand, harus mengalami nasib apes di 32 besar.
Bertindak sebagai unggulan keempat, Vitidsarn mendapat hasil minor dengan mengejutkan dari pemain asal Prancis, Alex Lanier. Skor 14-21, 21-14, 11-21 telah membuat kekalahan bagi pemain Thailand itu.
Bukan cuma Vitidsarn yang sudah gugur duluan, Li Shi Feng asal Tiongkok juga mengalami nasib serupa. Li yang merupakan unggulan kelima, mendapat kekalahan dari Leong Jun Hao dengan skor 21-18, 17-21, 17-21.
Nasib yang dialami oleh Vitidsarn dan Li akan berdampak baik pada Jonatan Christie. Jonatan bisa saja diuntungkan dengan hasil negatif yang dialami para unggulan lainnya pada India Open 2025.
Apalagi Shi Yu Qi (Tiongkok) dan Anders Antonsen (Denmark), yang menempati peringkat kesatu dan kedua, tidak tampil pada turnamen di New Delhi.
Absennya Shi dan Antonsen lantas membuat Jonatan menjadi yang paling difavoritkan menjadi juara, mengingat statusnya sebagai pemain peringkat ketiga dunia.
Sementara itu dari nomor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga memiliki potensi besar memenangkan India Open 2025. Hal ini dilihat dari sejumlah pasangan unggulan yang sudah pulang duluan.
Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) yang berada di unggulan kesatu dan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan) di unggulan kedelapan, tak berdaya di babak pertama.
Kendati demikian, masih ada beberapa unggulan yang lolos ke babak kedua. Liang Wei Keng/Wang Chang (Tiongkok) selaku unggulan kedua dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) menjadi unggulan ketiga masih meneruskan perjuangan masing-masing.
Memang perjuangan untuk mencapai podium pertama tidak mudah, tetapi setidaknya Jonatan dan Fajar/Rian masih punya peluang untuk bersinar. Apalagi, keduanya adalah yang terbaik di kelas masing-masing dari Indonesia.
Sebelum bermimpi terlalu jauh, Jonatan perlu menyingkirkan Wang Tzu Wei (Taiwa) sebagai lawan perdana. Pun Fajar/Rian juga menumbangkan Lim Tze Jian/Wong Tien Ci (Malaysia) untuk selangkah lebih maju.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
